<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911</id><updated>2009-11-08T09:07:03.733+07:00</updated><title type='text'>logbook</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>38</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-4051236525888967314</id><published>2009-01-28T14:45:00.043+07:00</published><updated>2009-01-28T15:12:03.962+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='phenomena'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='astrophotography'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='solar system'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='private'/><title type='text'>Sebagian Gerhana Matahari Sebagian Dari Bukittinggi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SYASAg0l9oI/AAAAAAAAAOs/l0zQr0hbkZQ/s1600-h/siang.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SYASAg0l9oI/AAAAAAAAAOs/l0zQr0hbkZQ/s320/siang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Hampir saja saya tidak bisa mengamati gerhana Matahari kali ini. Pasalnya hingga pagi hari 26 Januari 2009, awan tebal menyelimuti langit Bukittinggi. Menjelang siang Matahari mulai muncul dari balik awan. Kesempatan ini saya manfaatkan untuk menguji peralatan pemotretan yang telah saya siapkan: kamera dijital dan filter yang saya buat sendiri dari piringan magnetik disket. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 13.00 cuaca benar-benar tidak bersahabat. Awan kembali menutupi seluruh daerah langit, Matahari tidak nampak. Saya terpaksa mengurungkan niat untuk berangkat ke sebuah bukit yang berjarak 1 km dari Jam Gadang, tempat pengamatan yang telah saya rencanakan. Bukit yang saya maksud memiliki pemandangan yang luas ke arah barat. Jam Gadang jika dilihat dari lokasi ini akan berada kira-kira 75 derajat ke barat jika diukur dari utara sehingga saat gerhana dimulai Jam Gadang akan persis berada di bawah Matahari. Sebuah mozaik akan oke. Lagi pula pada jarak 1 km, Jam Gadang akan tampak membentang hingga 1 derajat busur atau kira-kira dua kali diameter Matahari. Semua rencana gagal. Saya memilih menunggu di rumah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SYARjF_WoVI/AAAAAAAAAOk/6_W_tf164VI/s1600-h/langit_mendung_2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SYARjF_WoVI/AAAAAAAAAOk/6_W_tf164VI/s320/langit_mendung_2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 15.00 Matahari mulai muncul dari balik awan. Dengan peralatan yang ada saya lakukan pengujian terakhir peralatan memotret. Beberapa frame yang saya coba ternyata memberikan Matahari yang tidak fokus. Rupanya awan tipis menghalangi Matahari sehingga mekanisme pencarian fokus otomatis yang digunakan kamera saya tidak bekerja optimal. Akhirnya saya melakukan sebuah trik. Kamera saya arahkan ke objek jauh lalu saya pencet setengah dari shutter. Segera setelah itu, kamera saya arahkan ke Matahari dan satu pencetan penuh saya lakukan. Berhasil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 15.30 Bulan mulai menutupi Matahari. Frame pertama yang berhasil saya rekam adalah pukul 15.35. Pemotretan saya lakukan setiap interval 5 menit. Pukul 15.50 awan, sekaan tidak mau kalah dengan Bulan, berhasil menutupi seluruh permukaan Matahari. Bah! Setelah 15 menit menunggu, yang saya manfaatkan untuk memotret planet Bumi dan penghuni-penghuninya, akhirnya saya memutuskan untuk menghentikan pengamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar di bawah adalah hasil pemotretan sebagian gerhana Matahari sebagian dari kota Bukittinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SYARCTcjE4I/AAAAAAAAAOc/10T8uYCVu4I/s1600-h/gerhana_matahari_26_januari_2009.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SYARCTcjE4I/AAAAAAAAAOc/10T8uYCVu4I/s320/gerhana_matahari_26_januari_2009.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Gambar berikut adalah puranama sebelum gerhana Matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SYAS8Q3-OHI/AAAAAAAAAO0/EXWSlmeZcoY/s1600-h/purnama_sebelum_gerhana.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SYAS8Q3-OHI/AAAAAAAAAO0/EXWSlmeZcoY/s320/purnama_sebelum_gerhana.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-4051236525888967314?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/4051236525888967314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=4051236525888967314&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/4051236525888967314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/4051236525888967314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2009/01/sebagian-gerhana-matahari-sebagian-dari.html' title='Sebagian Gerhana Matahari Sebagian Dari Bukittinggi'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SYASAg0l9oI/AAAAAAAAAOs/l0zQr0hbkZQ/s72-c/siang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-1927365599594185572</id><published>2009-01-17T12:36:00.001+07:00</published><updated>2009-01-17T12:36:00.300+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='phenomena'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='solar system'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beginner'/><title type='text'>Mana yang Lebih Sering Terjadi: Gerhana Matahari atau Gerhana Bulan?</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Manakah yang lebih sering terjadi: gerhana Matahari atau gerhana Bulan? Jika menilai berdasarkan pengalaman pribadi tampaknya jawaban kita bisa jadi seragam: gerhana Bulan terjadi lebih sering. Saya telah mengamati setidaknya 3 kali banyak gerhana Bulan selama tujuh tahun terakhir dan pada rentang waktu yang sama saya tidak pernah mengamati satu gerhana Matahari sekalipun. gerhana Matahari terakhir yang saya lihat adalah Gerhana Matahari Sebagian 16 Februari 1999. Menilai dari apa yang saya alami wajar jika saya berkesimpulan bahwa gerhana Bulan lebih banyak terjadi dibandingkan gerhana Matahari. Bagaimana dengan kesimpulan anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Pada kenyataannya, rata-rata setiap abad terjadi 238 kali gerhana Matahari dan 154 kali gerhana Bulan. jelas bahwa gerhana Matahari lebih sering terjadi ketimbang gerhana Bulan. Namun kenapa kenyataan ini berbeda dengan pengalaman kita?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Gerhana Bulan disaksikan lebih sering ketimbang gerhana Matahari karena purnama bisa disaksikan dari setengah belahan Bumi yang mengalami malam. Akibatnya sebagian besar umat manusia bisa menyaksikan Bulan masuk ke bayangan Bumi. Kenyataan lain adalah gerhana Bulan berlangsung beberapa jam sehingga akibat rotasinya maka ada kesempatan bagi manusia yang berganti waktu menjadi malam dapat mengamati gerhana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Gerhana Matahari dapat diamati jika bayangan Bulan jatuh ke permukaan Bumi. Wilayah yang disapu oleh bayangan Bulan relatif lebih kecil. Tidak semua bagian Bumi yang mengalami siang dapat mengamati gerhana Matahari. Kalaupun bisa diamati, Gerhana Matahari terjadi dalam durasi yang jauh lebih singkat dibandingkan durasi gerhana Bulan sehingga manusia yang tinggal suatu tempat akan sering melewatkan gerhana Matahari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Walaupun langka terjadi namun gerhana Bulan menyapu wilayah yang luas sehingga lebih banyak orang berkesempatan menyaksikannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-1927365599594185572?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/1927365599594185572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=1927365599594185572&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/1927365599594185572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/1927365599594185572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2009/01/mana-yang-lebih-sering-terjadi-gerhana.html' title='Mana yang Lebih Sering Terjadi: Gerhana Matahari atau Gerhana Bulan?'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-849004776560491781</id><published>2009-01-14T09:44:00.001+07:00</published><updated>2009-01-14T09:49:11.452+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='phenomena'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='experiment'/><title type='text'>Kacamata Keren Untuk Mengamati Gerhana Matahari</title><content type='html'>Sedikit prakarya untuk anda. Download pola kacamata untuk menemani anda melakukan &lt;a href="http://antonwilliam.blogspot.com/2009/01/gerhana-matahari-cincin-26-januari-2009.html"&gt;pengamatan gerhana Matahari 26 Januari 2009&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://www.geocities.com/astro_william/data/Kacamata_GMC.pdf"&gt;sini&lt;/a&gt;. Tetap keren dan aman mengamati gerhana Matahari!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-849004776560491781?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/849004776560491781/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=849004776560491781&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/849004776560491781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/849004776560491781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2009/01/kacamata-keren-untuk-mengamati-gerhana.html' title='Kacamata Keren Untuk Mengamati Gerhana Matahari'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-4564430607381696148</id><published>2009-01-13T11:59:00.000+07:00</published><updated>2009-01-13T12:34:36.362+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='phenomena'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='solar system'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beginner'/><title type='text'>Simulasi Gerhana Matahari 26 Januari 2009 Untuk Berbagai Kota di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;Penampakan &lt;a href="http://antonwilliam.blogspot.com/2009/01/gerhana-matahari-cincin-26-januari-2009.html"&gt;gerhana Matahari 26 Januari 2009&lt;/a&gt; dari berbagai kota. Simulasi menggunakan software Starry Night Backyard.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;Simulasi untuk kota-kota lain:&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;Kota-kota yang mengalami Gerhana Matahari Sebagian:&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;st1:city _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;&lt;st1:place _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;Kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=P-emHeJDvoE"&gt;Bukittinggi&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;st1:city _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;Kota&lt;/st1:city&gt; &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=YfXZsSr5Qdg"&gt;&lt;st1:city _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;&lt;st1:place _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;Palembang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;st1:city _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;Kota&lt;/st1:city&gt; &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=EFQOI008D44"&gt;&lt;st1:city _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;&lt;st1:place _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;Medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;st1:city _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;&lt;st1:place _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;Kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=sVBNIk5NYLo"&gt;Banda Aceh&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;st1:city _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;Kota&lt;/st1:city&gt; &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=11pJLUrMczE"&gt;&lt;st1:city _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;&lt;st1:place _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;Kuala Lumpur&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;st1:city _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;Kota&lt;/st1:city&gt; &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=s4yxL9Zfes8"&gt;&lt;st1:city _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;&lt;st1:place _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;Pantai &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=gXZwQCHdJyI"&gt;Kuta&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;Pemandangan Gerhana Matahari Cincin dari &lt;st1:city _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;&lt;st1:place _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=Mg7HaVa7nTs"&gt;Lampung&lt;/a&gt; dan kota-kota lain di propinsi Lampung.&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;Gerhana dimulai kira-kira pukul 15.30 WIB, berpuncak kira-kira satu jam kemudian.&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;Selamat mengamati gerhana Matahari!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-4564430607381696148?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/4564430607381696148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=4564430607381696148&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/4564430607381696148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/4564430607381696148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2009/01/simulasi-gerhana-matahari-26-januari.html' title='Simulasi Gerhana Matahari 26 Januari 2009 Untuk Berbagai Kota di Indonesia'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-3460765412382072129</id><published>2009-01-13T00:45:00.000+07:00</published><updated>2009-01-13T12:43:29.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='phenomena'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='solar system'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beginner'/><title type='text'>Gerhana Matahari Cincin 26 Januari 2009</title><content type='html'>&lt;b&gt;Gerhana Matahari Cincin&lt;/b&gt; akan terjadi pada tanggal 26 Januari 2009. Gerhana Matahari Cincin dapat diamati di kota-kota tertentu yang terletak di provinsi Lampung. Bulan akan menyentuh piringan Matahari kira-kira pukul 15.19 WIB hingga 15.40 WIB, bergantung pada posisi pengamatan. Puncak gerhana jika dilihat dari berbagai wilayah di Indonesia terjadi antara pukul 16.28 WIB hingga pukul 16.55 WIB. Piringan Bulan akan meninggalkan permukaan Matahari sekitar pukul 18.00 WIB. Pada saat puncak, Matahari akan tampak sebagai bundaran terang dengan piringan hitam di tengahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gerhana Matahari Sebagian&lt;/b&gt; dapat diamati dari berbagai daerah di Indonesia khususnya Indonesia bagian barat dan tengah karena seperti terlihat dari gambar di bawah, bayangan Bulan (lingkaran kuning) jatuh ke sebagian wilayah Indonesia. Pulau-pulau yang dapat mengamati Gerhana Matahari Sebagian adalah: Sumatera, Bangka, Belitung, Jawa, Madura, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Piringan Bulan akan menyentuh piringan Matahari kira-kira pukul 15.30 WIB, dan puncak gerhana terjadi kira-kira satu jam kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SWwdiIfsfmI/AAAAAAAAAOE/jkipyESz8C0/s1600-h/capture_12012009_144616+copy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SWwdiIfsfmI/AAAAAAAAAOE/jkipyESz8C0/s320/capture_12012009_144616+copy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Simulasi gerhana Matahari dapat dilihati di youtube, dapatkan linknya di &lt;a href="http://antonwilliam.blogspot.com/2009/01/simulasi-gerhana-matahari-26-januari.html"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filter sebaiknya digunakan ketika mengamati matahari. Filter dapat dibuat dari berbagai benda yang ada disekitar kita seperti floppy disc model lama, negatif film yang terbakar, kaca film mobil yang gelap, kotak proyektor, dan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita floppy disc model lama maka kita akan menemukan piringan magnetik berwarna hitam. Pirangn ini bisa kita gunakan untuk mengamati gerhana matahari. Caranya dengan meletakkan piringan magnetik tersebut di depan mata sambil melihat ke arah Matahari. Untuk alasan kenyamanan, sebaiknya kita tidak melihat terlalu lama dengan filter seperti ini karena jumlah piringan Matahari masih tampak menyilaukan. Solusi lain adalah dengan menggandakan lapisan piringan magnetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya kita bisa menggunakan negatif film yang terbakar. Belilah satu rol negatif film kemudian tarik satu rol film tersebut di bawah cahaya Matahari sehingga negatif filma akan “terbakar”. Pada dasarnya kita merusak emulsi film sehingga menggumpal sedemikian tebal. Lalu cucilah negatif film yang telah terbakar tersebut ke studio foto. Negatif film yang telah dicuci tersebut dapat kita gunakan untuk mengamati gerhana Matahari. Caranya dengan meletakkan negatif film tersebut di depan mata sambil melihat ke arah Matahari.&lt;br /&gt;Jika anda berada di perjalanan maka anda bisa melihat gerhana Matahari dari balik kaca film mobil anda, syaratnya: kaca film tersebut cukup gelap sehingga mata anda nyaman mengamati Matahari. Untuk keselamatan mata sebaiknya jangan berlama-lama meihat ke arah Matahari. Pengamatan dapat dilakukan secara berulang-ulang dengan durasi pengamatan sekitar 2 hingga 3 detik. Cara ini pernah saya lakukan saat Gerhana Matahari Cincin 16 Februari 1999 yang terjadi pagi hari di kota Bukittinggi. Saya yang waktu itu sedang dalam perjalanan ke sekolah, melihat gerhana dari balik kaca film mobil. Pengamatan terasa kurang menyenangkan karena setiap saat saya harus mengalihkan pandangan dari Matahari sampai beberapa sat kemudian kembali memandang Matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kotak proyektor juga bisa anda gunakan untuk mengamati Matahari. Caranya dengan membuat kotak berukuran kira-kira 30X15X10cm (kira-kira sebesar kotak sepatu) dari kertas karton putih. Pada sisi paling kecil anda bisa membuat sebuah lubang kecil sebagai jalur masuk cahaya Matahari dan sebuah lubang lain tempat mengintip cahaya yang hasil proyeksi. Cara ini adalah cara paling aman untuk mengamati gerhana Matahari karena kita hanya melihat bayangan cahaya Matahari yang terproyeksi. Namun sebagian orang berpendapat melihat langsung jauh lebih menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SWwdGr7WtBI/AAAAAAAAAN8/_EH__OWJ1Q8/s1600-h/kotak_proyeksi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SWwdGr7WtBI/AAAAAAAAAN8/_EH__OWJ1Q8/s320/kotak_proyeksi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Al-Biruni, astronom abad pertengahan menggunakan air untuk melihat cahaya Matahari. Caranya dengan memposisikan kepala kita sehingga dapat melihat  gerhana Matahari dari permukaan air. Sebaiknya air ditempatkan di wadah yang cukup kecil guna membuat permukaan ai rtidak berriak. Walaupun Matahari masih tampak sedikit menyilaukan namun cara ini masih digunakan oleh sebagian orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda menggunakan teleskop atau binokular maka jangan pernah melihat langsung Matahar. Cahaya Matahari akan berkali lipat lebih terang jika dilihat dengan alat bantu optik ini. Untuk itu sebaiknya gunakan filter Matahari yang dirancang khusus untuk mengamati Matahari. Jika vendor teleskop atau binokular tidak menemukan filter Matahari, gunakan kertas mylar. Walaupun kertas mylar telah dipasang di depan lensa objektif namun jangan melihat Matahari terlalu lama paling lama 3-5 detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mengamati gerhana matahari dengan aman. Semoga langit anda cerah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-3460765412382072129?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/3460765412382072129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=3460765412382072129&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/3460765412382072129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/3460765412382072129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2009/01/gerhana-matahari-cincin-26-januari-2009.html' title='Gerhana Matahari Cincin 26 Januari 2009'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SWwdiIfsfmI/AAAAAAAAAOE/jkipyESz8C0/s72-c/capture_12012009_144616+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-8419133384548189420</id><published>2008-12-10T16:44:00.001+07:00</published><updated>2008-12-10T16:44:00.887+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='astrophotography'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beginner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='instruments'/><title type='text'>Review Teleskop: Celestron AstroMaster 130EQ</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SSfUo_zFLMI/AAAAAAAAAM4/mDnJpZR6yP4/s1600-h/astromaster+130eq.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SSfUo_zFLMI/AAAAAAAAAM4/mDnJpZR6yP4/s400/astromaster+130eq.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Produk low end Celestron yang satu ini tidak diragukan lagi telah benar-benar tampak sebagai teleskop :). Harganya sekitar 3 hingga 3.5 juta rupiah. Paket lengkap teleskop ini adalah tabung teleskop, eyepiece, red dot finder, mounting ekuatorial, batang gerak halus, counterweight, piringan eyepiece, dan tripod. Sebagai bonus, disertakan software peta bintang the Sky dengan database yang terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabung teleskop bertipe newtonian karena itu untuk meneropong objek harus dilakukan dari samping teleskop dekat dengan moncong teleskop. Tipe ewtonian adalah salah satu tipe sitem optik yang banyak diminati oleh astronom amatir. Badan teleskop terasa cukup kokoh, balutan warna biru gelap khas Celestron menambah kesan tersebut. Dengan harga focal ratio sebesar 5, teleskop memiliki medan pandang yang super lebar. Jupiter tampak jelas dengan perbesaran 32.5 kali. Ketika saya arahkan ke M6 dan M7 saya mendapat bayangan objek yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabung teleskop dipasangkan ke dovetail dengan dua buah cincin yang dapat dibongkar pasang dengan mudah. Mounting ekuatorial teleskop ini cukup kokoh. Penguncian dapat dilakukan dengan mudah. Untuk menggeser teleskop ketika terkunci dapat digunakan batang gerak halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan tripod berbahan alumunium, tripod teleskop ini cerasa cukup baik dan kokoh. Dengan piringan eyepiece yang berada di antara kaki tripod kita dapat meletakkan eyepiece.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merakitan teleskop ini adalah mudah dan cepat. Bahkan untuk pemula sekalipun tidak butuh waktu lebih dari 15 menit untuk menyelesaikan pemasangan. Sebelum melakukan pengamatan jangan lupa untuk menyesuaikan posisi alingment utara-selatan, dan menentukan lintang pengamatan. Jangan lupa pula untuk melakukan penyeimbangan teleskop dengan bantuan counterweight.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai teleskop pemula, teleskop ini nyaris sempurna kecuali satu hal yang dirasa tidak menguntungkan yaitu red dot finder. Posisi red dot finder mepet sekali ke tabung teleskop. Selain itu posisinya juga mepet dengan eyepiece sehingga makin menulitkan. Akibatnya proses pembidikan terasa tidak nyaman. Sistem red dot finder yang digunakan pada teleskop ini memungkinkan pengamat mengalami efek paralaks. Saya mengalami kesulitan untuk membidik objek langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan pandang yang lebar membuat teleskop ini cocok untuk astrofotografi objek langit dalam seperti gugus bintang, nebula, galaksi. Namun sangat disayangkan teleskop ini tidak memiliki motor penggerak untuk mengikuti pergerakan benda langit. Namun jangan kecewa, aktivitas astrofotografi ringan tetap dapat dilakukan dengan teleskop ini. Dengan menempelkan kamera saku ke eyepiece teleskop anda sudah bisa melakukan pemotretan. Teknik lain adalah menggunakan video khusus astronomi atau webcam yang telah dimodifikasi untuk melakukan pemotretan. Objek pemotretan yang bisa didapatkan dengan dua teknik sebelumnya antara lain: Bulan, Venus, Jupiter, dan Saturnus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pemula astronomi dan pecinta pengamatan visual, teleskop ini saya rekomendasikan. Penggunaannya yang mudah disertai kualitas optik yang baik akan mendukung kegiatan pengamatan anda. Untuk pemula astrofotografi, teleskop ini akan menjadi sahabat yang baik. Selamat mengamat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-8419133384548189420?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/8419133384548189420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=8419133384548189420&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/8419133384548189420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/8419133384548189420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2008/12/review-teleskop-celestron-astromaster.html' title='Review Teleskop: Celestron AstroMaster 130EQ'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SSfUo_zFLMI/AAAAAAAAAM4/mDnJpZR6yP4/s72-c/astromaster+130eq.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-5250184009582489871</id><published>2008-11-27T16:36:00.002+07:00</published><updated>2008-11-27T16:36:01.041+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='astrophotography'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beginner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='instruments'/><title type='text'>Review Teleskop: Celestron AstroMaster 70AZ</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SSfTQTA6kuI/AAAAAAAAAMw/wjSyXQBvFSo/s1600-h/astromaster+70altaz.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SSfTQTA6kuI/AAAAAAAAAMw/wjSyXQBvFSo/s320/astromaster+70altaz.gif" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh Celestron, teleskop ini tidak murni ditujukan untuk pengamatan astronomi melainkan juga berfungsi sebagai teropong medan. Dengan harga yang berkisar antara 1.5 hingga 2 juta teleskop ini lebih menonjolkan aspek kekokohan. Tabung teleskop memang terasa kokoh. Ditambah lagi mounting dan tripod yang terbuat dari bahan dengan kualitas baik semakin menambah keyakinan saya akan kekokohan teleskop ini. Paket teleskop terdiri dari tabung teleskop, eyepiece, red dot finder, piringan finder, mounting altitud-azimut tanpa motor, dan tripod.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perakitan teleskop bukan hal yang sulit. Hal pertama yang kita lakukan adalah memasangkan mounting ke tripod. Setelah itu kita dapat memasang tabung teleskop ke mounting melalui dovetail khas celestron yang berwarna oranye. Bagi seorang pemula sekalipun perakitan dapat dilakukan kurang dari 10 menit asalkan sebelumnya membaca buku manual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kita memulai pengamatan maka kekurangan teleskop ini langsung terasa: pointingnya susah! Untuk Jupiter yang terang saya membutuhkan waktu hampir sepuluh menit! Rekor terbaru saya :D. Permasalahannya terletak pada red dot findernya yang jelek dan sistem pengunci yang tidak nyaman. Sebagai alat pembidik, red dot finder pada teleskop ini nyaris seperti aksesoris penghias saja tanpa terasa kegunaannya. Untuk menghindari efek paralaks mata pengamat harus diletakkan sedekat mungkin ke bagian belakang red dot finder. Padahal di saat yang sama kita juga harus menggeser posisi teleskop lalu melakukan penguncian. Batang penguncinya terasa keras. Penguncian menyebabkan medan pandang berubah secara signifikan. Sangat tidak menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas optik teleskop ini termasuk baik. Dengan eyepiece 20 mm, saya mendapatkan perbesaran 45 kali dan dapat melihat bayangan Jupiter yang tajam. Dengan perbesaran 180 kali saya masih mendapatkan bayangan yang baik. Sayangnya saya hanya bisa melakukan pengetesan untuk Jupiter karena berikutnya saya merasa sudah habis dengan teleskop ini. Tetapi dinilai dari bayangan Jupiter yang telah saya lihat sebelumnya, kualitas optik teleskop ini terbilang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kesimpulan, saya menyatakan bahwa teleskop ini jauh dari harapan penggemar astronomi manapun. Celestron dalam keterangannya memang setengah hati menempatkan produk ini sebagai produk yang ditujukan untuk pengamatan astronomi. Jika anda ingin berkecimpung dalam dunia astronomi, saya tidak merekomendasikan produk ini, ya, kecuali jika anda ingin menjadi pengawas Merapi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-5250184009582489871?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/5250184009582489871/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=5250184009582489871&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/5250184009582489871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/5250184009582489871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2008/11/review-teleskop-celestron-astromaster.html' title='Review Teleskop: Celestron AstroMaster 70AZ'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SSfTQTA6kuI/AAAAAAAAAMw/wjSyXQBvFSo/s72-c/astromaster+70altaz.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-7091582512366551304</id><published>2008-11-18T11:32:00.004+07:00</published><updated>2008-11-18T13:34:15.907+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='astrophotography'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beginner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='instruments'/><title type='text'>Review Teleskop: Celestron Powerseeker 80EQ</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SSJHy3LKNQI/AAAAAAAAAMo/Sq1hjmXuK48/s1600-h/Powerseeker_80_EQ.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 238px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SSJHy3LKNQI/AAAAAAAAAMo/Sq1hjmXuK48/s320/Powerseeker_80_EQ.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269853453106689282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya menggunakan teleskop refraktor ini beberapa waktu yang lalu. Pabrikan Celestron mengeluarkan teleskop low end ini dengan harga yang cukup bersaing. Dengan harga di bawah dua juta rupiah membuat teleskop ini relatif terjangkau oleh konsumen terutama pemula dalam astronomi pengamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu set teleskop terdiri dari tabung, perangkat eyepiece, diagonal, finderscope, counterweight, gerak halus, mounting ekuatorial tanpa motor, lensa barlow, piringan eyepiece, tripod. Semuanya dipaket dalam sebuah kardus yang agak ringkih. Sebagai bonus, terdapat paket software peta bintang the Sky dengan database yang terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merakit teleskop adalah hal yang susah-susah-gampang bagi orang yang pertama menentuh teleskop. Namun dengan mengikuti petunjuk yang dari buku manual maka perakitan dapat dilakukan kurang dari 10 menit. Pengaturan counterweight secara seimbang, kolimasi finder, dan pengaturan alignment utara-selatan benar, secara baik akan menjamin kenyamanan pengamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabung teleskop terbuat dari bahan standar untuk teleskop sekelas, dilengkapi dengan dewcap yang dapat dibongkar pasang. Untuk Indonesia, dewcap memang sangat diperlukan untuk melindungi teleskop dari uap air akibat kelembaban udara yang tinggi sewaktu malam. Di moncong tabung teleskop terdapat lensa berdiameter 8 cm dan panjang fokus 90 cm. Dengan eyepiece 20 cm yang disediakan maka teleskop ini memiliki perbesaran normal sebesar 45 kali, sebuah perbesaran yang cukup baik untuk mengamati permukaan bulan. Ketika saya mengarahkan teleskop ke planet Saturnus, saya kaget dengan bayangan yang dihasilkan. Saturnus terlihat jernih dengan eyepiece hingga kita dapat membedakan bola Saturnus dengan cincinnya. Kemudian saya mengalihkan pengamatan pada bintang ganda Albireo (kenal lebih jauh bintang ganda melalui &lt;a href="http://antonwilliam.blogspot.com/2008/04/mengenal-bintang-ganda.html"&gt;artikel ini&lt;/a&gt;). Hasilnya sangat meyakinkan, albireo terpisah dengan baik dan warna bintang yang berbeda secara kontras dapat terlihat dengan sempurna. Tanpa motor bintang dapat berada di dalam medan pandang dalam tempo waktu yang sekitar 5 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya mencoba menjajal kemampuan lensa barlow. Dengan lensa barlow 3 kali maka perbesaran yang normalnya 45 kali ditingkatkan menjadi 135 kali. Dengan alingment finder yang cukup baik saya dapat dengan mudah menempatkan objek di dalam medan pandang. Namun permasalahan muncul ketika saya mencoba mengunci mounting. Saya mendapatkan pengunci yang kurang kokoh, ditambah lagi ketika melakukan penguncian maka medan pandang bergeser jauh akibat tekanan pengunci. Selama semalam pengamatan saya masih kesulitan untuk beradaptasi dengan sitem penguncian ini. Bagi pemula saya merekomendasikan pengamatan dilakukan tanpa lensa barlow. Jika ingin menggunakan lensa barlow maka diperlukan adaptasi yang dapat diperoleh dengan memperbanyak jam pengamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan harga yang relatif murah dapat dimaklumi jika mounting teleskop tidak dilengkapi dengan motor. Namun tanpa motor sekalipun, mounting ekuatorial sudah cukup mudah untuk dikendalikan selama kegiatan pengamatan dilakukan. Untuk menggerakkan teleskop secara perlahan sudah disediakan batang gerak halus teleskop. Sistem penggerak yang dipakai adalah sistem penggerak yang lazim digunakan oleh teleskop low end. Performa batang gerak halus cukup baik asalkan kita mengatur tingkat kekencangan baut pengunci yang ada pada mounting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tripod alumunium yang disediakan memiliki tingkat kekokohan yang cukup baik. Namun jangan sampai anda menyenggol tripod yang ringan ini karena akan menggeser posisi tripod cukup jauh bahkan bisa menggetarkan tabung teleskop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fotografi dengan teleskop ini dapat dilakukan secara terbatas. Dengan kamera saku kita dapat menempelkan moncong kamera ke eyepiece teleskop lalu jepret. Teknik lain yang bisa dilakukan adalah memotret dengan webcam. Teknik yang lebih baik yaitu prime focus nyaris tidak mungkin dilakukan dengan teleskop ini (kenal lebih jauh teknik prime focus di &lt;a href="http://antonwilliam.blogspot.com/2006/04/prime-focus.html"&gt;artikel ini&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://geocities.com/astro_william/page/primefocus_1.html"&gt;artikel mendetail ini&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teleskop ini saya rekomendasikan untuk digunakan oleh astronom amatir yang ingin memulai kegiatan pengamatannya. Dengan harga di bawah dua juta rupiah kita sudah bisa mendapatkan satu paket teleskop berkualitas optik baik. Hal yang perlu diperhatikan adalah sistem pengunci yang merepotkan. Namun hal ini bisa diatasi dengan membiasakan diri. Bagi yang memiliki minat fotografi, teleskop ini adalah pilihan yang kurang pas. Namun kegiatan fotografi secara terbatas tetap bisa dilakukan. Selebihnya, dengan memperbanyak jam pengamatan maka pengguna sudah dapat menaklukkan teleskop ini sekaligus berkontemplasi di kedalaman langit. Selamat mengamat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-7091582512366551304?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/7091582512366551304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=7091582512366551304&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/7091582512366551304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/7091582512366551304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2008/11/review-teleskop-celestron-powerseeker.html' title='Review Teleskop: Celestron Powerseeker 80EQ'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v1KnQ5LvRI0/SSJHy3LKNQI/AAAAAAAAAMo/Sq1hjmXuK48/s72-c/Powerseeker_80_EQ.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-649715187024106838</id><published>2008-05-25T21:44:00.012+07:00</published><updated>2008-05-25T22:38:41.429+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='phenomena'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='instruments'/><title type='text'>Borobudur dan Polaris</title><content type='html'>Kutub langit adalah titik temu perpanjangan sumbu rotasi Bumi dengan bidang langit. Dari tahun ke tahun posisi kutub langit berubah karena presesi sebesar ~ 50" per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SDl9de0HNKI/AAAAAAAAAH4/qRkLmAKrwcw/s1600-h/drawing12.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SDl9de0HNKI/AAAAAAAAAH4/qRkLmAKrwcw/s320/drawing12.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204328789844636834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada masa sekarang kutub utara langit dekat sekali dengan Bintang Kutub (Polar Star, Polaris) dengan jarak sedekat ~1 derajat busur. Dari Indonesia belahan selatan Bintang Kutub sudah sulit/tidak bisa terlihat. Sementara dari Indonesia belahan utara Bintang Kutub masih dapat terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu teori menarik menyangkut Bintang Kutub adalah kemungkinan besar pada masa pembuatan candi Borobudur Bintang Kutub masih terlihat. Apakah teori ini masuk akal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelusuran awal menggunakan beberapa software peta langit populer dapat menjadi referensi awal. Software peta langit memiliki kemampuan untuk melakukan simulasi langit sebenarnya untuk setiap waktu yang dapat kita tentukan. Untuk memberikan gambaran sedekat mungkin software peta langit juga memasukkan perhitungan presesi dalam algoritmanya. Hal ini akan membantu kita dalam menyimulasikan keadaan langit pada zaman pembuatan candi Borobudur.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SDmCQ-0HNRI/AAAAAAAAAIw/iQ2j-27QiBk/s1600-h/radial_borobudur.lg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SDmCQ-0HNRI/AAAAAAAAAIw/iQ2j-27QiBk/s320/radial_borobudur.lg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204334072654411026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Candi borobudur berada pada koordinat 7.608 LS dan 110.2 BT dengan ketinggian 265 di atas permukaan laut. Pembangunanya dilakukan pada masa dinasti Sailendra (760-830 M) yang mendapat sokongan dari kerajaan Sriwijaya. Sailendra dalam bahasa Sansekerta berarti penguasa gunung. Pembangunan memakan waktu 75 tahun dan selesai pada masa pemerintahan Samaratungga tahun 825 M. Arsitek pembangunan Borobudur bernama Gunadharma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SDl8y-0HNJI/AAAAAAAAAHw/ffVUgdgqUIw/s1600-h/7Agus800StarryNight.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SDl8y-0HNJI/AAAAAAAAAHw/ffVUgdgqUIw/s320/7Agus800StarryNight.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204328059700196498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gambar di samping memperlihatkan simulasi langit menggunakan Starry Night. Lokasi pengamatan adalah daerah Borobudur ketinggian 265m dpl pada tanggal 7 Agustus 800 M, dengan proyeksi alt-az. Terlihat bahwa Polaris terbit pada jam 01:00 dan tenggelam jam 03:05 waktu lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar berikut menunjukkan simulasi dengan software The Sky. Polaris pada tanggal 19 Agustus 800 M, terbit pada 00:14 dan tenggelam 02:19 waktu lokal.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SDmAGO0HNOI/AAAAAAAAAIY/NboTnYK1p5o/s1600-h/19Agus800TheSky.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SDmAGO0HNOI/AAAAAAAAAIY/NboTnYK1p5o/s320/19Agus800TheSky.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204331688947561698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, Polaris sudah terlihat untuk terakhir kalinya dari Borobudur pada tahun 850 M Seperti yang terlihat dari gambar di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara saat ini Polaris tentu saja sudah jauh di bawah horizon Borobudur sehingga tidak bisa terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simulasi menggunakan peta langit hanyalah upaya awal dari penelusuran kebenaran dari alignment ini. Tentu saja akan sangat sulit mengamati Polaris yang bermagnitudo 2 yang berada di horizon. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penelitian lebih lanjut harus memikirkan ekstingsi atmosfer, dan ketinggian horizon dari puncak Borobudur sehingga bisa diperoleh simulasi yang mendekati&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SDmAGu0HNQI/AAAAAAAAAIo/K0jL251faEw/s1600-h/19Agus2008StarryNight.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SDmAGu0HNQI/AAAAAAAAAIo/K0jL251faEw/s320/19Agus2008StarryNight.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204331697537496322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pertanyaan lain yang mengganjal adalah kenapa harus menggunakan polaris yang telah bergeser sejauh enam derajat dari kutub utara benar? Jawaban sementara untuk pertanyaan ini adalah karena jika kita menghadap ke arah polaris yang sedang transit maka kita sekaligus menghadap ke arah utara benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Borobudur memang dibangun dengan alignment terhadap polaris maka seharusnya bangsa Mataram kuno memiliki pengukuran dan perhitungan yang sangat maju terhadap pergerakan dan posisi benda langit. Tentu kita berharap ilmu pengukuran dan perhitungan seperti ini diturunkan ke generasi selanjutnya dan mungkinkah ada pencatatan mengenai gerhana, supernova, komet selama masa tersebut? Untuk kasus supernova, hingga saat ini disepakati supernova terjadi 2 kali per abad di Bima Sakti. Pencatatan dari pengamat dari belahan bumi utara memperlihatkan angka yang jauh lebih sedikit dari yang diprediksi. Tentunya kita berharap ada pencatatan supernova untuk langit belahan selatan dari wilayah Indonesia yang dapat mengamati bola langit yang lebih luas. Mungkinkah penerus Mataram kuno memiliki pencatatan mengenai hal ini? Jika ada maka bisa saja pengetahuan klasik bisa memberi kontribusi bagi penelitian supernova di Bima Sakti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-649715187024106838?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/649715187024106838/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=649715187024106838&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/649715187024106838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/649715187024106838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2008/05/borobudur-dan-polaris_25.html' title='Borobudur dan Polaris'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SDl9de0HNKI/AAAAAAAAAH4/qRkLmAKrwcw/s72-c/drawing12.png' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-1215142547343875015</id><published>2008-04-27T02:38:00.004+07:00</published><updated>2008-05-10T12:23:20.310+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='astrophotography'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='solar system'/><title type='text'>Memotret Saturnus</title><content type='html'>Jika ada planet yang terus bergelantungan di langit malam bulan Mei maka planet itu adalah Saturnus. Saturnus saat ini memiliki magnitudo 0.8, berada dekat Regulus yang bermagnitudo 1.3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SBOIqhoOfWI/AAAAAAAAAHg/yvbqv_NPOSY/s1600-h/saturnus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 318px; height: 212px;" src="http://bp1.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SBOIqhoOfWI/AAAAAAAAAHg/yvbqv_NPOSY/s320/saturnus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193645059451288930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa minggu yang lalu pada sesi pengetesan teleskop, saya dan beberapa teman mengabadikan Saturnus dengan CCD. Pertama-tama kami mengambil 50 frame foto untuk masing-masing filter RGB (Red, Green, Blue).  Kemudian dari 50 foto pada masing-masing filter kami pilih 15 foto terbaik untuk kemudian kami jadikan frame tunggal terbaik. Setelah mendapatkan frame terbaik untuk masing-masing filter, dilakukan penggabungan yang menghasilkan satu frame yang berwarna. Hasilnya terlihat seperti foto di sebelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saturnus kelihatan kecil karena medan pandang CCD sangat besar, detail Saturnus jadi tidak terlihat baik. Bisa terlihat juga cincin Saturnus mengecil dari pandangan. Dalam waktu beberapa bulan lagi cincin Saturnus akan benar-benar menghilang untuk beberapa waktu untuk kemudian terlihat lagi. Cincin saturnus terdiri dari kristal es kecil dengan ketebalan cincin berkisar 30 m hingga 100 m.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-1215142547343875015?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/1215142547343875015/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=1215142547343875015&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/1215142547343875015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/1215142547343875015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2008/04/memotret-saturnus.html' title='Memotret Saturnus'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SBOIqhoOfWI/AAAAAAAAAHg/yvbqv_NPOSY/s72-c/saturnus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-3384907628443016494</id><published>2008-04-16T11:06:00.006+07:00</published><updated>2008-04-16T11:20:44.658+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='astrophotography'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beginner'/><title type='text'>Mengenal Bintang Ganda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SAV79n6_byI/AAAAAAAAAGg/88mpVxrccbU/s1600-h/albireo1.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SAV79n6_byI/AAAAAAAAAGg/88mpVxrccbU/s320/albireo1.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189690444233010978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Satu hal yang menarik ketika kita mengamati bintang-bintang dengan mata telanjang adalah sebagian di antara mereka bukan bintang tunggal. Bintang ganda adalah bintang yang jika kita lihat lebih detil, terdiri dari dua bintang yang saling berdampingan. Pada kasus tertentu kita akan melihat bintang tersebut terdiri dari lebih dua bintang, biasa disebut bintang majemuk. Bintang ganda terikat satu sama lain oleh ikatan gravitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintang ganda untuk pertama kali diamati dengan teleskop oleh astronom Italia bernama Riccoli pada tahun 1650. Ketika itu Riccoli mengamati bintang bernama Mizar yang jika dilihat dengan mata telanjang hanya terdiri dengan satu bintang namun dengan bantuan teleskop, sehingga menghasilkan medan pandang yang lebih sempit, Mizar nampak terdiri dari dua bintang yang saling berdampingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SAV8xH6_b0I/AAAAAAAAAGw/U6g3nQvi08g/s1600-h/orbit.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SAV8xH6_b0I/AAAAAAAAAGw/U6g3nQvi08g/s320/orbit.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189691328996273986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada pula jenis bintang ganda yang tidak dapat dipisahkan walaupun menggunakan teleskop besar sekalipun namun dengan bantuan teknik spekstroskopi, misalnya, maka kita dapat mengetahui bahwa memang ada dua bintang di titik cahaya yang sama. Bintang jenis ini terpisah dengan jarak yang sangat dekat sekali, sebagai konsekuensinya pasangan bintang ini akan memiliki periode orbit yang cepat. Gerak mengorbit yang cepat akan mempengaruhi spektrum bintang. Perubahan pada spektrum inilah yang kemudian menandai keberadaan bintang ganda spekstroskopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika salah satu bintang sangat redup cahayanya maka yang dapat kita amati bintang terang yang bergoyang. Goyangan disebabkan oleh tarikan gravitasi oleh bintang yang lebih redup. Bintang ganda jenis ini disebut bintang ganda astrometri, contohnya Sirius. Sirius memiliki pasangan berupa bintang katai putih yang redup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SAV-Pn6_b2I/AAAAAAAAAHA/PZxCIaXG_tM/s1600-h/peta.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SAV-Pn6_b2I/AAAAAAAAAHA/PZxCIaXG_tM/s320/peta.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189692952493911906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bintang ganda visual dengan jarak pisah cukup jauh adalah Nu Draconis alias Kuma. Kuma adalah dua bintang yang masing-masing bermagnitudo 4.9 yang terpisahkan pada jarak 63 detik busur (lebih dari satu menit busur). Dengan jarak sudut sebesar ini mata manusia yang normal sudah dapat memisahkan kedua bintang. Jika tertarik untuk mengamatinya silahkan mengarahkan padangan anda ke arah rasi Draconis. Draconis berada di langit belahan utara dan selama bulan April akan transit menjelang subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SAV8QX6_bzI/AAAAAAAAAGo/jNYE4sf_NNQ/s1600-h/albireo2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SAV8QX6_bzI/AAAAAAAAAGo/jNYE4sf_NNQ/s400/albireo2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189690766355558194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bintang ganda yang paling menarik adalah Albireo yang terletak di rasi Cygnus. Albireo adalah dua bintang yang masing-masing berwarna biru (bermagnitudo 5) dan oranye terang (bermagnitudo 3). Kedua bintang ini terpisah pada jarak 34 menit busur. Jarak ini sangat moderat sehingga dengan bantuan binokuler kita sudah dapat memisahkan kedua bintang. Kontras warna pada masing-masing bintang menjadikan Albireo sebagai bintang ganda paling favorit untuk diamati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintang ganda lainnya adalah Alpha Centauri, bintang paling terang yang terletak di rasi Centaurus. Alpha Centauri sebenarnya terdiri dari tiga bintang, namun karena bintang ketiga sangat redup cahayanya sehingga kita hanya dapat melihat dua bintang yang berdampingan. Alpha Centauri memiliki deklinasi -60 derajat, artinya sangat jauh di langit belahan selatan sehingga tidak dapat dilihat dari Eropa, Jepang, dan Amerika sebelah utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SAV8xX6_b1I/AAAAAAAAAG4/oSkU_q8Q5yE/s1600-h/cen_a_sketch4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SAV8xX6_b1I/AAAAAAAAAG4/oSkU_q8Q5yE/s320/cen_a_sketch4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189691333291241298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bintang ganda visual bergerak mengelilingi titik pusat massanya dengan periode tertentu. Umumnya periode orbit bintang ganda visual adalah puluhan hingga ratusan tahun. Alpha Centauri misalnya, memiliki periode orbit kira-kira 80 tahun, seperti pada gambar berikut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-3384907628443016494?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/3384907628443016494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=3384907628443016494&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/3384907628443016494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/3384907628443016494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2008/04/mengenal-bintang-ganda.html' title='Mengenal Bintang Ganda'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/SAV79n6_byI/AAAAAAAAAGg/88mpVxrccbU/s72-c/albireo1.png' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-7170736294363718063</id><published>2008-04-10T10:54:00.000+07:00</published><updated>2008-04-10T03:02:15.961+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='phenomena'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beginner'/><title type='text'>Kenapa Langit Berwarna Biru?</title><content type='html'>Mungkin jawaban pertama yang muncul di benak sebagian kita adalah karena pantulan dari laut. Laut berwarna biru dan menguasai 70 persen permukaan Bumi, warna biru laut akan dipantulkan ke langit sehingga langit berwarna biru. Tapi, jawaban ini masih meleset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya yang kita terima di Bumi di siang hari berasal dari Matahari. Cahaya dari Matahari berwarna putih. Jika kita uraikan, cahaya putih ini menggunakan prisma maka kita akan mendapatkan warna pelangi. Ini menunjukkan cahaya putih Matahari terususun dari warna-warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, cahaya putih matahari sebelum mencapai permukaan Bumi terlebih dahulu harus berhadapan dengan partikel-partikel yang menyusun atmosfer Bumi. Oleh atmosfer Bumi, cahaya biru akan dihamburkan ke segala arah. Cahaya lain sebenarnya juga mengalami penghamburan, namun hamburannya lebih sedikit sehingga intensitasnya dikalahkan oleh hamburan cahaya biru. Hamburan cahaya biru ini lah yang kita amati sebagai langit yang berwarna biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan sederhana untuk menyimulasikan penghamburan ini dapat kita lakukan dengan segelas sirup dan senter. Buatlah ramuan sirup, misalnya sirup jeruk yang berwarna kuning di wadah yang transparan, lalu bawa ke tempat gelap. Di tempat gelap, nyalakan senter dan arahkan ke arah wadah transparan tersebut. Jika kita perhatikan, cahaya senter yang berwarna putih akan terpendar menjadi warna kuning ketika melewati cairan sirup. Warna kekuningan oleh cairan sirup adalah hasil pemendaran cahaya senter oleh partikel-partikel sirup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamburan cahaya seperti pada percobaan diatas juga pada atmosfer disebut hamburan Rayleigh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-7170736294363718063?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/7170736294363718063/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=7170736294363718063&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/7170736294363718063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/7170736294363718063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2008/04/kenapa-langit-berwarna-biru.html' title='Kenapa Langit Berwarna Biru?'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-4976683821348466620</id><published>2008-04-09T08:43:00.000+07:00</published><updated>2008-04-09T08:43:00.398+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beginner'/><title type='text'>Projek-projek Astronomi Untuk Pemula: Mengidentifikasi Langit</title><content type='html'>Projek-projek Praktis Bagi Pemula dalam Astronomi: Mengidentifikasi Langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Timur-barat&lt;br /&gt;Walaupun sudah diajarkan semenjak SD namun sedikit orang yang benar-benar tahu dimana sebenarnya arah timur dan barat. Menghadaplah ke arah Matahari ketika baru terbit di pagi hari, arah anda menghadap adalah arah timur, dan dibelakang anda adalah arah barat. Matahari selalu terbit di timur dan tenggelam di barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Utara-selatan&lt;br /&gt;Sama dengan projek sebelumnya, anda diminta untuk mengidentifikasi arah utara dan selatan. Jika anda menghadap ke timur maka di sebelah kanan anda adalah selatan dan di sebelah kiri anda adalah utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Horizon&lt;br /&gt;Jika anda meluaskan pandangan anda maka anda bisa mendapati garis yang mempertemukan langit dan tanah, daerah ini dinamakan horizon atau kaki langit. Jika anda berada di pantai maka anda bisa melihat horizon dengan lebih mudah, perhatikan garis yangmempertemukan langit dengan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bumi itu bulat&lt;br /&gt;Salah satu percobaan paling terkenal untuk membuktikan Bumi itu bulat adalah dengan mengamati pergerakan kapal yang mendekat ke pelabuhan. Pertama kali yang bisa kita lihat adalah asap si kapal yang muncul di horizon, kemudian menyusul cerobong asap, baru kemudian kita bisa melihat keseluruhan badan kapal. Percobaan ini dilakukan ketika manusia belum menemukan roket. Setelah era roket manusia bisa memotret Bumi dari angkasa dan hasilnya adalah Bumi memang bulat melalui bukti foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Zenit-nadir&lt;br /&gt;Titik di langit yang persis di atas kepala anda disebut zenit. Lawan kata dari zenit adalah nadir, yaitu titik langit yang persis ada di bawah kaki kita (tentu saja kita tidak bisa melihatnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Meridian&lt;br /&gt;Jika kita menghubungkan titik utara dan selatan dengan sebuah garis yang melewati zenit maka garis yang terbentk disebut meridian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui timur-barat, utara-selatan dan meridian maka anda telah berhasil mengawali kegiatan identifikasi langit. Berikutnya kita akan mengenali drama apa saja yang terjadi di langit, drama ini akan melibatkan benda-benda langit seperti Matahari, Bulan, dan bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Lintasan harian Matahari&lt;br /&gt;Setelah terbit di timur matahari memiliki tujuan untuk tenggelam di barat. Untuk sukses mencapai tujuannya maka Matahari harus bergerak naik hingga mencapai meridian di siang hari kemudian setelah mencapai meridian Matahari akan turun lalu tenggelam di barat. Peristiwa ini terjadi setiap hari dan jika kita tidak memperhatikan maka kita tidak akan sadar dengan pergerakan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Lintasan harian bintang&lt;br /&gt;Bintang ternyata juga melakukan gerakan yang sama dengan gerakan matahari. Bintang terbit di timur kemudian tenggelam di barat, diantara waktu terbit tenggelam bintang harus bergerak melewati meridian. Jika mengamati rasi Salib Selatan maka anda akan lebih mudah mengidentifikasi pergerakan ini. Pada awalnya salib akan terbit di timur dalam posisi berbaring kemudian semakin naik ke atas hingga mencapai meridian. Di meridian salib akan berdiri tegak kemudian salib akan bergerak turun ke barat dan tenggelam dalam posisi berbaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Waktu terbit-tenggelam&lt;br /&gt;Waktu yang dibutuhkan matahari untuk terbit dan tenggelam adalah kira-kira 12 jam. Bintang juga membutuhkan waktu yang sama untuk terbit dan tenggelam yaitu 12 jam. Karena Matahari muncul di siang hari selama 12 jam dan bintang muncul di malam hari selama 12 jam maka todal waktu siang dan malam adalah 24 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Bumi itu berputar&lt;br /&gt;Bumi yang bulat ini berputar pada sumbunya atau berotasi. Gerakan rotasi inilah yang membuat seolah-olah Mataharilah yang bergerak mengelilingi Bumi. Hal yang sama juga terjadi pada bintang, karena rotasi Bumi bintang tampak bergerak mengelilingi Bumi. Bukti paling meyakinkan mengenai perputaran Bumi adalah percobaan pendulum yang dilakukan oleh Foucoult di Perancis. Dalam percobaan Foucoult, arah ayunan pendulum akan berubah terhadap suatu titik acuan di Bumi dan statis terhadap posisi bintang-bintang. Percobaan Foucoult akan lebih mudah jika dilakukan di kutub utara atau kutub selatan Bumi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-4976683821348466620?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/4976683821348466620/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=4976683821348466620&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/4976683821348466620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/4976683821348466620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2008/04/projek-projek-astronomi-untuk-pemula.html' title='Projek-projek Astronomi Untuk Pemula: Mengidentifikasi Langit'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-2724955424601920510</id><published>2007-09-10T09:50:00.000+07:00</published><updated>2007-09-10T10:33:23.805+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='phenomena'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='solar system'/><title type='text'>Tantangan Dalam Pengamatan Bulan</title><content type='html'>Penampakan Bulan di siang hari diteliti secara mendalam oleh Andre Danjon, seorang Perancis,  pada 1930. Danjon menemukan bahwa Bulan tidak dapat kita saksikan pada tengah hari apabila Bulan berada pada jarak 30 derajat dari Matahari. Angka 30 derajat ini berkaitan dengan jarak sudut Bulan-Matahari untuk umur Bulan 2.5 semenjak Bulan baru dan 2.5 hari sebelum Bulan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prakteknya, terdapat faktor kecemerlangan langit (berhubungan dengan jumlah hamburan cahaya matahari oleh atmosfer) dapat memperbesar nilai batas yang ditentukan oleh Danjon. Udara yang beraerosol misalnya, akan membuat langit menjadi lebih terang, sehingga limit Danjon akan membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pengamatan bulan tua atau bulan muda yang tentunya berkaitan dengan penentuan awal bulan baru penanggalan hijriyah? Danjon menyebutkan bahwa tidak mungkin untuk melihat Bulan ketika jarak sudut Matahari-Bulan kecil dari 7 derajat busur ketika Matahari terbenam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang harus kita sadari dari pengamatan Bulan adalah; Bulan memiliki permukaan yang tidak rata, terdiri dari lembah dan pegunungan. Saat Bulan dekat dengan Matahari maka cahaya Matahari yang jatuh dipermukaan Bulan akan diterima oleh lereng gunung Bulan yang menghadap Matahari, dan bagain lereng gunung yang menghadap ke Bumi akan dikenai bayangan gunung itu sendiri. Karena efek ini maka kita tidak bisa mengharapkan kecerlangan Bulan yang cukup besar saat Bulan baru, begitu pula dengan sabit Bulan yang akan nampak lebih sempit ketimbang nilai idealnya jika permukaan Bulan rata sempurna. Hal ini yang menjelaskan kenapa Bulan tidak dapat diamati ketika Bulan berada pada jarak maksimumnya dari ekliptika yaitu pada jarak sudut 5 derajat busur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://students.itb.ac.id/%7Eanton103/bulanjadi3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px;" src="http://students.itb.ac.id/%7Eanton103/bulanjadi3.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;sebagian permukaan Bulan, direkam dengan CCD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, Danjon juga mengatakan bahwa ujung terjauh sabit Bulan tidak akan terlihat hingga Bulan berada jauh dari 40 derajat busur dari Matahari. Dengan kata lengkung sabit Bulan tidak akan terlihat sempurna hingga Bulan berumur 3 hingga empat hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kecerlangan Bulan? Mungkin kita berpikir bahwa kecerlangan Bulan-setengah adlaah setengah kali kecerlangan Bulan purnama. Anggapan ini salah. Kecerlangan Bulan-setengah (bulan berumur 14.75 hari) ternyata hanya 8.5% kecerlangan Bulan purnama. Untuk Bulan berumur 5 hari kecerlangannya akan menurun drastis hingga hanya 0.5% kecerlangan Bulan purnama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengamati hilal yang menjadi perhatian adalah jarak Bulan dari Matahari dan ketinggian Bulan dari Horizon. Faktor eksternal yang tidak kalah penting adalah masalah kecerlangan langit. Langit senja akan tampak hampir sama terangnya dengan cahaya hilal. Cahaya hilal sendiri mengalami distorsi karena diserap atau dihamburkan oleh partikel-partikel yang ada di atmosfer.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-2724955424601920510?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/2724955424601920510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=2724955424601920510&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/2724955424601920510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/2724955424601920510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2007/09/tantangan-dalam-pengamatan-bulan.html' title='Tantangan Dalam Pengamatan Bulan'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-3309818234023175670</id><published>2007-06-16T16:05:00.000+07:00</published><updated>2007-06-16T16:32:11.396+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='phenomena'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='solar system'/><title type='text'>Mengenal Meteor</title><content type='html'>Jika kita mengamati langit malam pada waktu yang lama maka pada kesempatan yang tidak diduga-duga kita akan mendapati garis cahaya yang terbentuk dengan cepat kemudian menghilang. Biasanya cahaya ini berwarna kuning keemasan atau putih. Lintasan cahaya terang ini biasa disebut sebagai meteor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang kota, menyaksikan bintang jatuh adalah pengalaman spiritual tersendiri. Hal ini dapat dimaklumi karena cahaya lampu kota telah memakan sebagian besar keindahan langit yang berasal dari cahaya benda langit sehingga memandang langit menjadi hal yang langka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini pula yang menyebabkan beberapa orang berhalusinasi melihat benda terbang yang tidak dikenal, lalu mengklaimnya sebagai penampakan kendaraan makhluk luar angkasa. Sebenarnya tidak demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meteor, yang di Indonesia sering disebut sebagai bintang jatuh, adalah lintasan cahaya hasil gesekan benda langit yang tergesek atmosfer Bumi. Seperti yang kita ketahui bahwa di luar angkasa terdapat banyak sekali benda yang terbang bebas dengan ukuran sebesar debu hingga beberapa meter, kita sebut mereka meteoroit. Meteorit pada suatu kesempatan dapat tertarik oleh gravitasi Bumi sehingga jatuh ke Bumi. Sebelum sampai di permukaan Bumi, meteroit harus berhadapan dengan atmosfer Bumi yang sangat tebal (mencapai 500 kilometer). Atmosfer akan menghambat laju meteoroit dengan menggesek permukaan meteorit. Gosokan ini sedemikian hebatnya sehingga permukaan meteorit menjadi panas lalu menguap dengan cepat dan menghasilkan cahaya. Cahaya ini terbentuk sesuai lintasan jatuh meteorit. Lintasan cahaya tersebut kita kenal sebagai meteor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RnOqaLeHWdI/AAAAAAAAADc/0jGCbtrLItE/s1600-h/MekanismeMeteorSmall.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RnOqaLeHWdI/AAAAAAAAADc/0jGCbtrLItE/s400/MekanismeMeteorSmall.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5076588571709102546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Meteor terjadi ketika meteoroit tergesek oleh atmosfer Bumi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Meteor biasanya terjadi pada ketinggian 80 hingga 100 km. Namun sebgian besar cahaya tersebut terjadi pada ketinggian 95 km. Meteor jatuh dengan kecepatan mencapai 72 km/detik. Namun kecil sekali kemungkinan bagi meteor jatuh ke Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung sekali terdapat kesempatan-kesempatan istimewa untuk menikmati meteor dalam jumlah yang banyak dalam satu malam. Peristiwa terlihatnya banyak meteor dalam satu malam kita kenal sebagai hujan meteor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan meteor terjadi pada daerah-daerah tertentu pada langit malam. Jika terjadi maka kita akan melihat kilatan cahaya yang muncul secara intensif dan menyebar seolah-olah berasal dari satu titik tertentu. Titik tertentu ini kita kenal sebagai radian, bisa diartikan sebagai arah asal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penamaan peristiwa hujan meteor sesuai dengan rasi dimana radian berada kemudian diberi akhiran "id".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, fenomena hujan meteor memiliki keterkaitan dengan komet. Beberapa komet melintas dekat sekali dengan orbit Bumi. Jejak lintasan komet akan diisi oleh debu yang berasal dari komet itu sendiri. Debu-debu sisa komet inilah yang kemudian melayang-layang di orbit Bumi. Ketika Bumi melintas pada daerah yang berdebu maka Bumi akan menarik debu tersebut ke dalam atmosfernya dan terciptalah meteor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RnOsdreHWeI/AAAAAAAAADk/1uGzeYMOtbQ/s1600-h/persetu04.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RnOsdreHWeI/AAAAAAAAADk/1uGzeYMOtbQ/s400/persetu04.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5076590830861900258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Contoh radian pada hujan meteor Perseid (sumber foto: www.astronomy.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Fenomena radian bisa dijelaskan sebagai ilusi geometri. Sebenarnya meteorit-meteorit (yang pada kasus hujan meteor adalah debu sisa komet) jatuh dalam posisi yang saling sejajar. Namun karena komet berasal dari daerah yang lebih jauh dari pengamat dan jatuh mendekati pengamat maka formasi sejajar itu terlihat menyebar. Ilusi semacam ini bisa dilihat juga pada lintasan rel kereta api. Semakin jauh rel kereta api dari mata maka rel akan terlihat saling mendekat. Padahal keadaan sebenarnya rel kereta tersebut adalah saling sejajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut nama-nama fenomena hujan meteor beserta waktu kejadiannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;NAMA | WAKTU | KOMET&lt;br /&gt;Andromedid | Pertengahan November | Biela&lt;br /&gt;Delta Aquarid | Akhir Juli | Tidak diketahui&lt;br /&gt;Draconid | Pertengahan Oktober | Giacobini-Zinner&lt;br /&gt;Eta Aquarid | Awal Mei | Halley&lt;br /&gt;Geminid | Pertengahan Desember | Tidak diketahui&lt;br /&gt;Leonid | Pertengahan November | Temple&lt;br /&gt;Lyrid | Pertengahan April | 1861 I&lt;br /&gt;Orionid | Pertengahan Oktober | Halley&lt;br /&gt;Perseid | Pertengahan Augustus | 1862 III&lt;br /&gt;Taurid | Awal November | Encke&lt;br /&gt;Ursid | Pertengahan Desember | Tuttle&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pengamatan hujan meteor baik dilakukan dini hari menjelang pagi. Alasannya berhubungan dengan gerak Bumi. Bumi mengelilingi Matahari dengan arah searah jarum jam. Pada saat yang bersamaan Bumi juga berputar pada sumbunya dengan arah dari barat ke timur. Revolusi Bumi menyapu debu sisa komet, pada saat bersamaan rotasi menambah efek sapuan sehingga menjadi lebih cepat. Dengan gerak khas seperti ini maka fenomena hujan meteor akan terlihat memuncak pada penghujung malam -yakni pengamat persis berada pada daerah dimana debu sisa komet tersapu atmosfer akibat gerak revolusi dan gerak rotasi Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RnOpebeHWbI/AAAAAAAAADM/24VIcVtCmw0/s1600-h/IlustrasiPuncakHujanMeteor.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RnOpebeHWbI/AAAAAAAAADM/24VIcVtCmw0/s320/IlustrasiPuncakHujanMeteor.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5076587545211918770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Puncak hujan meteor terjadi setelah lewat dini hari menjelang pagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tips untuk mengamati hujan meteor. Tips ini sekaligus ingin menghapus beberapa anggapan yang salah mengenai teknik pengamatan meteor.&lt;br /&gt;1. Jangan menggunakan teleskop, gunakan mata anda. Fenomena meteor terjadi dalam waktu singkat dan pada daerah yang acak. Karena itu menggunakan teleskop akan mengurangi medan pandang yang dapat anda nikmati dan menghambat kemampuan anda untuk berpindah dari daerah langit yang satu ke daerah langit yang lain.&lt;br /&gt;2. Berkonsentrasilah pada daerah langit tertentu, tatap untuk waktu yang cukup lama. Dengan berkonsentrasi dan bersabar maka peluang anda untuk memergoki hujan meteor akan lebih besar. Utamakan untuk melihat pada daerah sekitar radian.&lt;br /&gt;3. Posisi terbaik untuk melakukan pengamatan meteor adalah berbaring atau duduk bersandar.&lt;br /&gt;4. Catatlah jumlah meteor yang anda lihat, waktu pengamatan, rentang waktu pengamatan, dan daerah langit yang anda lihat. Kemudian laporkan hasil pengamatan anda kepada asosiasi pengamatan meteor. Dengan begini maka anda telah berkontribusi dalam upaya pencacahan meteor.&lt;br /&gt;5. Untuk menikmati meteor yang lebih banyak maka lakukan pengamatan pada puncak hujan meteor. Waktu puncak ini dapat anda ikuti pada situs-situs astronomi.&lt;br /&gt;6. Selama pengamatan gunakan jaket tebal dan hangatkan diri anda dengan secangkir kopi panas. Mengamat bersama teman atau pasangan adalah ide yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mengamat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-3309818234023175670?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/3309818234023175670/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=3309818234023175670&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/3309818234023175670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/3309818234023175670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2007/06/mengenal-meteor.html' title='Mengenal Meteor'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RnOqaLeHWdI/AAAAAAAAADc/0jGCbtrLItE/s72-c/MekanismeMeteorSmall.png' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-7913050760668505180</id><published>2007-06-15T14:49:00.001+07:00</published><updated>2007-06-15T15:28:55.307+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='phenomena'/><title type='text'>Target pengamatan: objek-objek Messier</title><content type='html'>Charles Messier (1730 - 1817) adalah astronom Perancis yang bekerja sebagai pemburu komet. Dalam upaya mempermudah usahanya, Messier membuat daftar benda langit eksotik yang nampak menyerupai komet. Tujuan membuat daftar ini adalah agar ia dan rekan-rekannya dapat dengan mudah membedakan objek mirip komet ini dengan komet sebenarnya. Namun daftar yang ia buat (disebut Katalog Messier), di kemudian hari lebih dikenal sebagai daftar objek-objek menarik yang ada di langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RnJFTreHWXI/AAAAAAAAACs/_x3gTsz068A/s1600-h/Charles_messier.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RnJFTreHWXI/AAAAAAAAACs/_x3gTsz068A/s320/Charles_messier.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5076195934388836722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Charles Messier (sumber foto: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wikipedia&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Messier mencatat 109 (sebagian orang mengatakan 110) objek menarik dalam katalog tersebut. Penamaan objek-objek pada katalog ini dimulai dengan huruf M lalu diikuti dengan angka sesuai susunan objek langit pada katalog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mengamat dari belahan bumi utara maka wajar saja jika objek-objek Messier kebanyakan berada di langit utara. Untuk wilayah khatulistiwa seperti Indonesia, kita dapat mengamati hampir keseluruhan objek-objek Messier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Objek-objek Messier terdiri dari sisa supernova, gugus bola, gugus terbuka, nebula, nebula planet, awan bintang, galaksi spiral, galaksi elips, galaksi berpalang, galaksi tak beraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya tidak semua benda langit menarik yang dikatalogkan oleh Messier. Beberapa gugus bintang dan nebula yang terang dilewatkan begitu saja. Alasan untuk tidak mencantumkan ini bisa jadi karena benda tersebut tidak mengganggu proses pengidentifikasian komet, atau karena Messier tidak tertarik dengan objek terang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RnJKqLeHWaI/AAAAAAAAADE/JDOPm9dmdAY/s1600-h/catalogo_messier_big.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RnJKqLeHWaI/AAAAAAAAADE/JDOPm9dmdAY/s320/catalogo_messier_big.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5076201818494032290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Objek-objek Messier (sumber: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;http://www.astrogranada.org/html/07_efemerides/10_messier_1.htm&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Objek-objek Messier tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Sisa Supernova : M1,&lt;br /&gt;Gugus Bola        : M2, M3, M4, M5, M9, M10, M12, M13, M14, M15, M19, M22, M28, M30, M53, M54, M55, M56, M62, M68, M69, M70, M71, M72, M75, M79, M80, M92, M107,&lt;br /&gt;Gugus Terbuka        : M6, M7, M11, M18, M21, M23, M25, M26, M29, M34, M35, M36, M37, M38, M39, M44, M45, M46, M47, M48, M50, M52, M67,&lt;br /&gt;Nebula            : M16, M17, M20, M42, M43, M78,&lt;br /&gt;Nebula Planet        : M27, M57, M76, M97,&lt;br /&gt;Awan Bintang        : M24&lt;br /&gt;Galaksi Spiral        : M31, M33, M51, M58, M61, M63, M64, M65, M66, M74, M77, M81, M83, M84, M85, M88, M90, M98, M99, M100, M101, M104, M108, M109,&lt;br /&gt;Galaksi Elips : M59, M60, M86, M87, M89, M105,&lt;br /&gt;Galaksi Berpalang : M95,&lt;br /&gt;Galaksi Tak Beraturan : M82,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Objek-objek Messier memiliki kecerlangan yang bervariasi dari 4 magnitudo hingga 10 magnitudo. Karena itu objek-objek Messier sangat mudah diamati bahkan dengan binokuler sekalipun. Di Amerika Serikat terkenal istilah "Messier Marathon". Istilah ini ditujukan bagi kegiatan astronom amatir yang dalam satu malam mencoba untuk mencari sebanyak mungkin objek-objek Messier. Kegiatan ini biasanya dilakukan bersama-sama sebagai bagian dari aktivitas kumpul-kumpul akbar komunitas astronom amatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RnJGp7eHWYI/AAAAAAAAAC0/onW15nWe5pk/s1600-h/MessierSagitarius.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RnJGp7eHWYI/AAAAAAAAAC0/onW15nWe5pk/s200/MessierSagitarius.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5076197416152553858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Objek Messier pada daerah pusat Galaksi (klik untuk memperbesar)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RnJHSbeHWZI/AAAAAAAAAC8/qf1kSTQMlEY/s1600-h/MessierVir.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RnJHSbeHWZI/AAAAAAAAAC8/qf1kSTQMlEY/s200/MessierVir.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5076198111937255826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Objek Messier pada daerah Virgo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; (klik untuk memperbesar)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, sebagai negara khatulistiwa, potensi untuk bisa mengamati objek khas Messier ini sangat besar. Beberapa rasi yang kaya dengan objek Messier adalah Sagitarius, Scorpius, Virgo. Beruntungnya rasi-rasi ini dapat diamati pada musim kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengenali objek-objek Messier silahkan mengunjungi &lt;a href="http://antwrp.gsfc.nasa.gov/cgi-bin/apod/apod_search?messier"&gt;halaman pencarian&lt;/a&gt; objek-objek Messier di situs &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Astronomy Picture of the Day&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu populernya objek-objek Messier sehingga pada software peta langit manapun selalu dapat dijumpai Katalog Messier. Selamat mengamati objek-objek Messier.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-7913050760668505180?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/7913050760668505180/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=7913050760668505180&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/7913050760668505180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/7913050760668505180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2007/06/target-pengamatan-objek-objek-messier.html' title='Target pengamatan: objek-objek Messier'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RnJFTreHWXI/AAAAAAAAACs/_x3gTsz068A/s72-c/Charles_messier.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-389176929637886279</id><published>2007-06-06T15:32:00.000+07:00</published><updated>2007-06-06T15:35:45.342+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='astrophotography'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='instruments'/><title type='text'>Centaurus A</title><content type='html'>Ini adalah foto galaksi centaurus-A, sumber radio terbesar di langit. Galaksi ini jauh di selatan sehingga hanya orang selatan yang bisa meneropongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto ini diambil oleh Denny Mandey, menggunakan teleskop celestron Nexstar GPS 8", CCD ST8, dan filter BVR. Pengolahan citra saya yang melakukannya, menggunakan IRIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto-foto dalam astronomi merupakan gabungan dari beberapa foto dari jendela panjang gelombang yang berbeda. Foto ini gabungan jendela B + V + R.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RmZxnLeHWWI/AAAAAAAAACk/la0Xqypy4AE/s1600-h/olah.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RmZxnLeHWWI/AAAAAAAAACk/la0Xqypy4AE/s200/olah.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072866948187380066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika anda perhatikan lebih baik nampak bahwa jendela V menghasilkan foto yang lebih redup dibandingkan dua jendela lainnya. Perbedaan kecerlangan benda langit padajendela panjang gelombang yang berbeda disebabkan oleh karakter intrinsik benda langit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ambil contoh matahari. Jika kita memotret matahari pada panjang gelombang biru, kuning, dan merah maka kita akan mendapatkan matahari tampak lebih cerlang pada panjang gelombang kuning. Tentu saja ini menjelaskan bahwa puncak kecerlangan matahari ada pada panjang gelombang kuning (Contoh ini benar selama kita menganggap alat yang kita gunakan berkelakuan sama dalam mendeteksi jendela panjang gelombang yang berbeda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses menggabungkan warna kita kenal juga pada televisi berwarna. Televisi tersusun dari pipa-pipa mini berdekatan yang memiliki tiga warna yaitu merah hijau dan biru. Televisi terlihat berwarna akibat gabungan dari tiga warna tersebut dalam intensitas yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada televisi berwarna kita sebenarnya tidak mengenal konsep "warna hitam". Hitam pada layar televisi terjadi ketika intensitas tiga warna diperkecil serendah mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menggabungkan tiga foto yang berbeda dan menampihnya sebagai merah, hijau dan biru maka sebuah foto berwarna tercipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua titik terang yang terlihat pada foto ini adalah bintang pada galaksi Bima Sakti. Sementara Galaksi Centaurus A berada jauh di luar Bima Sakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi cirikhas dari galaksi Centaurus-A adalah pola celah hitam yang membelah bundaran galaksi. Celah ini adalah materi antar bintang pada galaksi yang menghalangi cahaya untuk sampai ke Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih buat Denny yang sudah memberi izin kepada saya untuk mengolah&lt;br /&gt; fotonya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-389176929637886279?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/389176929637886279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=389176929637886279&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/389176929637886279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/389176929637886279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2007/06/centaurus.html' title='Centaurus A'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RmZxnLeHWWI/AAAAAAAAACk/la0Xqypy4AE/s72-c/olah.png' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-7838705194930566751</id><published>2007-05-12T16:26:00.000+07:00</published><updated>2007-05-12T16:46:24.372+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cosmology'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='astrophysics'/><title type='text'>Mengenal Lubang Hitam</title><content type='html'>Pada akhir riwayatnya, bintang akan mengalami peristiwa menarik yang menandai awal kehidupan suatu objek baru. Objek baru tersebut merupakan hasil keruntuhan gravitasi, umumnya memiliki struktur fisis yang mantap; bisa berupa bintang katai putih atau bintang neutron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sebuah bintang berakhir sebagai bintang katai putih atau bintang neutron sangat bergantung pada massa pusat bintang awal. Artinya bintang katai putih dan bintang neutron memiliki batas massa maksimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RkWJFfhofLI/AAAAAAAAAB8/cuL4-iSfZ9c/s1600-h/black_hole.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RkWJFfhofLI/AAAAAAAAAB8/cuL4-iSfZ9c/s400/black_hole.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5063604083502906546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang terjadi ketika bintang neutron, sebagai objek dengan batas massa maksimum lebih besar dari bintang katai putih, mengalami pertambahan materi yang amat siginfikan akibat keberadaan materi sisa yang ada di sekitarnya? Bagaimanakah nasib akhir dari objek masif dengan massa yang jauh lebih besar dari massa maksimum yang mampu ditopang oleh bintang neutron? Jawabannya, menurut teori relativitas umum, tidak ada yang mampu menghentikan keruntuhan bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keruntuhan dahsyat ini membuat medan gravitasi di sekitar objek menjadi semakin kuat, sampai akhirnya tidak ada benda yang dapat keluar dari dari medan gravitasi di sekitar bintang. Objek baru yang memiliki medan gravitasi sangat kuat ini disebut lubang hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lubang hitam dipahami sebagai suatu kawasan yang tidak memiliki kemungkinan untuk berkomunikasi dengan kawasan di luarnya. Batas kawasan ini dikenal sebagai horizon peristiwa. Lubang hitam adalah perwujudan dari singularitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RkWJOfhofMI/AAAAAAAAACE/B0Z0Yyp2dV8/s1600-h/schwarzschild_3d_black_hole2.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RkWJOfhofMI/AAAAAAAAACE/B0Z0Yyp2dV8/s400/schwarzschild_3d_black_hole2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5063604238121729218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal bad ke-19 Laplace mengisyaratkan sebuah benda imajiner bermassa besar namun berjari-jari kecil yang dapat menahan laju cahaya. Sayang, ide ini tidak banyak dilirik oleh ilmuwan pada masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua abad kemudian Einstein mengajukan teori Relativitas Umum. Adalah Karl Schwarzchild yang menurunkan solusi relativitas umum untuk medan gravitasi di sekitar bola bermassa. Schwarzchild segera mengirimkan solusi tersebut kepada Einstein. Solusi Schwarzchild inilah yang memulai awal pergumulan ilmuwan dengan lubang hitam.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RkWJ7_hofNI/AAAAAAAAACM/HhOwL_hcU2U/s1600-h/250px-Eddington_5.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RkWJ7_hofNI/AAAAAAAAACM/HhOwL_hcU2U/s400/250px-Eddington_5.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5063605019805777106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chandrasekhar, pada tahun 1930, adalah orang pertama yang menemukan batas atas suatu massa dengan keadaaan terdegenaerasi (batas bagi bintang katai putih). Kemudian dosen dari Chandrasekhar, yaitu Eddington, merasa tidak nyaman dengan batas atas yang diberikan oleh Chandrasekhar. Jika batas atas ini benar maka bintang masif akan terus mengeluarkan radiasi sambil berkontraksi hingga akhirnya membentuk objek yang sangat mampat. Eddington berpendapat bahwa hukum alam akan menolak keberadaan benda aneh yang amat mampat ini, dan kesimpulan dari teori Chandrasekhar dianggap absurd oleh Eddington.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1939, Oppenheinmer dan Snyder menghidupkan kembali diskusi tentang keruntuhan bola homogen bermassa dalam kerangka relativitas umum. Mereka menemukan bola tersebut terputus komunikasinya ke seluruh semesta. Hingga pertengahan tahun 1960-an batas Chandrasekhar, beserta implikasi relativitas umum atas objek luaran bagi objek dengan massa lebih besar, diabaikan oleh ilmuwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan quasar pada tahun 1963, pulsar pada 1968, dan sumber sinar-X mampat pada 1962 memotivasi ilmuwan untuk secara intensif menggali lebih dalam perihal lubang hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penamaan lubang hitam diinisiasi oleh J. A. Wheeler pada tahun 1968.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga awal abad ke-21 teori mengenai lubang hitam semakin kukuh. Yang tersisa adalah upaya ilmuwan untuk "membuktian" keberadaan lubang hitam. Lubang hitam tidak dapat kita lihat secara langsung melainkan dengan cara tidak langsung. Lubang hitam berinteraksi cukup intensif dengan objek/materi disekitarnya. Efek dari interaksi inilah yang kemudian kita manfaatkan sebagai petunjuk keberadaan lubang hitam. Jika lubang hitam tersebut mandiri maka kita berharap ada materi yang jatuh ke lubang hitam sehingga materi yang jatuh tersebut mampu memancarkan gelombang elektromagnet sebelum jatuh ke horizon peristiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RkWKYvhofOI/AAAAAAAAACU/sA9QSrg8P1c/s1600-h/CygnusX-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RkWKYvhofOI/AAAAAAAAACU/sA9QSrg8P1c/s400/CygnusX-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5063605513727016162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cygnus X-1 diyakini oleh sebagian ilmuwan sebagai lubang hitam. Periode detak Cygnus X-1 yang sangat singkat, sekitar 0.001detik, menggiring ilmuwan pada kesimpulan ini. Namun ilmuwan masih harus bergulat dengan teori astrofisika yang rumit agar teori mereka bisa semakin teguh. Cygnus X-1 bukan satu-satunya kandidat lubang hitam, masih banyak kandidat yang lain. Dengan peralatan baru yang semakin canggih, astronom masih berharap untuk membuktikan keberadaan lubang hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas galaksi berinti aktif (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;active galactic nuclei&lt;/span&gt;) dapat dijelaskan jika melibatkan teori lubang hitam supermasif. Lubang hitam supermasif memiliki massa yang amat besar, mencapai milyaran massa matahari. Penyusunan teori pembentukan lubang hitam supermasif di pusat galaksi belum selesai. Sekiranya teori ini masih akan terus menjadi wacana penting dalam ilmu astrofisika.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RkWL1vhofPI/AAAAAAAAACc/jVcIukrl75c/s1600-h/1709_little_devil.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RkWL1vhofPI/AAAAAAAAACc/jVcIukrl75c/s400/1709_little_devil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5063607111454850290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lubang hitam tidak luput dari kisah-kisah mengerikan. Diantaranya lubang hitam sering dianggap bersembunyi di kegelapan ruang dan menerkam benda tak berdaya yang melintas didekatnya. Teori ini sesungguhnya terlalu didramatisir. Tentu saja lubang hitam bukan objek jahat yang memiliki kekuatan destruktif. Lubang hitam hanyalah benda astrofisika "biasa" yang mematuhi hukum-hukum fisika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya matahari tiba-tiba berubah menjadi lubang hitam maka orbit bumi tidak akan berubah. Tentu saja! Karena lubang hitam ini memiliki massa yang sama dengan massa matahari. Lagi pula matahari tidak akan pernah berubah menjadi lubang hitam kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber gambar:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;http://www.scs.gmu.edu/~tle/&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;http://abyss.uoregon.edu/~js/glossary/black_hole.html&lt;br /&gt;http://www.answers.com/topic/arthur-stanley-eddington&lt;br /&gt;http://www.aragonsystems.com/maelstrom.htm&lt;br /&gt;http://www.enotalone.com/forum/showthread.php?t=178513&amp;amp;page=2&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-7838705194930566751?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/7838705194930566751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=7838705194930566751&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/7838705194930566751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/7838705194930566751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2007/05/mengenal-lubang-hitam.html' title='Mengenal Lubang Hitam'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RkWJFfhofLI/AAAAAAAAAB8/cuL4-iSfZ9c/s72-c/black_hole.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-1709333134734466045</id><published>2007-05-12T16:15:00.000+07:00</published><updated>2007-05-12T16:26:02.376+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='phenomena'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='solar system'/><title type='text'>Transit Ganymede</title><content type='html'>Kemarin malam, 11 Mei 2007, Ganymede melintas di depan Jupiter. Peristiwa transit ini sangat spetakuler karena sebelum transit bayangan Ganymede sempat jatuh di permukaan Jupiter. Selain itu terdapat suatu momen ketika kita bisa menikmati Ganymede, bayangan Ganymede, dan Bintik Merah Besar dalam waktu bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa langka ini dimulai sekira setengah jam sebelum pukul 24.00 WIB dan berlanjut hingga pukul 03.32 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RkWHgPhofKI/AAAAAAAAAB0/l6MgWZtinCs/s1600-h/GanimedeTransit_Small.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RkWHgPhofKI/AAAAAAAAAB0/l6MgWZtinCs/s400/GanimedeTransit_Small.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5063602344041151650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Ensiklo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jupiter&lt;/span&gt; adalah planet terbesar di tatasurya, radiusnya 143.000 km. Terdapat pita terang-gelap pada atmosfernya. Kandungan Jupiter yang berupa amoniak, sulfur, fosfor, dan beberapa elemen lain, membentuk struktur pita terang-gelap. Sebagian besar Jupiter berupa gas. Ilmuwan meyakini Jupiter memiliki inti yang padat, terdiri dari magnesium, besi, dan silikon. Massa inti Jupiter diperkirakan 15 kali massa Bumi. Di sekeliling inti Jupiter terdapat lapisan hidrogen metalik (yaitu hidrogen dalam fasa padat). Jupiter memancarkan cahaya dua kali dibandingkan cahaya yang diterimanya dari matahari. Fitur terkenal dari Jupiter adalah Bintik Merah Besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bintik Merah Besar&lt;/span&gt; merupakan aktivitas badai dahsyat yang berlangsung (setidaknya) ratusan tahun. Ukuran Bintik Merah Besar mencapai tiga kali diamater Bumi.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RkWGuPhofJI/AAAAAAAAABs/qigio4b5r6M/s1600-h/GanimedeTransit_Puncak.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RkWGuPhofJI/AAAAAAAAABs/qigio4b5r6M/s400/GanimedeTransit_Puncak.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5063601485047692434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ganymede&lt;/span&gt; adalah satelit dengan radius 5260 km atau 80% radius Bumi. Periode orbit Ganymede mengelilingi Jupiter adalah sekitar 7 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Transit&lt;/span&gt; adalah peristiwa melintasnya suatu objek langit di hadapan objek langit lainnya. Salah satu contoh transit yang paling populer adalah gerhana matahari. Gerhana matahari terjadi ketika bulan melintas di depan piringan matahari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-1709333134734466045?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/1709333134734466045/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=1709333134734466045&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/1709333134734466045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/1709333134734466045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2007/05/transit-ganymede.html' title='Transit Ganymede'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RkWHgPhofKI/AAAAAAAAAB0/l6MgWZtinCs/s72-c/GanimedeTransit_Small.png' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-4080322588510144459</id><published>2007-05-12T16:14:00.000+07:00</published><updated>2007-05-12T16:46:41.944+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='phenomena'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='astrophotography'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='solar system'/><title type='text'>Planet Terang di Bulan Mei</title><content type='html'>Bulan mei ini kita bisa menikmati pemandangan menarik. Tiga planet terang menempel dengan cantik di langit malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venus sedang mengalami fase setengah, karenanya Venus sangat cemerlang. Mengunakan teleskop dengan perbesaran minimum kita masih belum bisa melihat fase setengah Venus. Coba atur perbesaran teleskop anda hingga sekitar 400 kali supaya fase setengah bisa teramati. Venus terlihat di langit barat semenjak matahari terbenam hingga sekira pukul 20.35 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda ingin mencoba berastrofotografi silahkan mencoba membidik Venus dan M35 dalam frame yang sama. Jarak kedua&lt;br /&gt;objek ini sekitar 3 derajat. Karena itu gunakan teleskop dengan medan pandang luas. Tentunya jika kita harus melakukan perlakuan khusus supaya Venus dan M35 bisa akur dalam frame yang sama. Usul saya adalah dengan mengambil satu frame dengan eksposur singkat. Tujuan pengambilan frame dengan eksposur singkat ini adalah agar Venus bisa terungkap baik. Lalu ambil lagi satu frame dengan eksposur panjang namun dengan menggeser medan pandang sehingga Venus tidak masuk ke dalam frame. Tujuan dari pengambilan frame bereksposur panjang ini adalah agar kita dapat menyingkap M35. Selanjutnya kita bisa menggabungkan kedua frame tersebut (mozaik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya adalah planet Saturnus. Saturnus berada di sekitar 40 derajat ke arah zenit dari Venus. Saturnus saat ini memiliki magnitudo sebesar 0.5 sehingga dengan mudah kita kenali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Venus akan terbenam, di sisi timur si raksasa Jupiter tengah bersiap untuk naik ke Zenit. Jupiter seakan-akan ingin menggantikan peran Venus sebagai penguasa malam, magnitudo Jupiter adalah -2.5. Jupiter akan transit di meridian sekira pukul 1.42 WIB. Manfaatkan juga kesempatan ini untuk mengamati bintik merah besar yang ada di atmosfer Jupiter. Tabel kemunculan bintik merah besar bisa anda dapatkan di situs &lt;a href="http://skytonight.com/observing/objects/javascript/3304091.html"&gt;skytonight.com&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-4080322588510144459?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/4080322588510144459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=4080322588510144459&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/4080322588510144459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/4080322588510144459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2007/05/planet-terang-di-bulan-mei.html' title='Planet Terang di Bulan Mei'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-124441650188733174</id><published>2007-03-26T09:11:00.000+07:00</published><updated>2007-05-05T05:13:54.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='phenomena'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='instruments'/><title type='text'>Menentukan Arah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Metoda Bayangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempraktekkan metoda ini carilah sebuah tongkat sepanjang 1 meter. Metoda ini sangat mudah dan akurat, terdapat beberapa langkah:&lt;br /&gt;1. Tancapkan tongkat pada permukaan tanah. Tandai bayangan ujung tonkat. Jika matahari berada di timur maka bayangan akan jatuh di barat, dan sebaliknya.&lt;br /&gt;2. Tunggu beberapa saat, 20 hingga 30 menit, bayangan akan berubah, kembali tandai bayangan ujung tongkat.&lt;br /&gt;3. Hubungkan dua titik yang telah kita tandai sebelumnya dengan sebuah garis lurus, maka garis tersebut adalah garis timur-barat.&lt;br /&gt;4. Jika anda berdiri dengan arah barat ada di kanan maka anda menghadap ke selatan, dan sebaliknya, jika arah barat ada di kanan maka anda menghadap ke utara.&lt;br /&gt;5. Untuk menentukan arah yang lebih akurat buatlah sebuah garis baru yang tegak lurus garis timur-barat, garis baru tersebut adalah garis utara-selatan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metoda bayangan bisa digunakan di daerah manapun di bumi selagi kita dapat melihat matahari. Metoda ini juga sangat akurat dalam menentukan posisi utara-selatan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metoda bayangan jenis lain juga bisa dilakukan, masih menggunakan tongkat tetapi kita melakukan percobaannya sepanjang pagi hingga sore hari. Caranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Pada pagi hari amati ujung bayangan tongkat, lalu tandai.&lt;br /&gt;2. Buat sebuah lingkaran penuh yang berpusat pada titik tertancapnya tongkat, dengan radius hingga ujung bayangan yang kita tandai.&lt;br /&gt;3. Kembalilah pada sore hari, amati saat di mana ujung bayangan tongkat kembali menyentuh lingkaran yang telah kita buat sebelumnya.&lt;br /&gt;4. Hubungkan dua titik yang ada pada lingkaran dengan sebuah garis lurus, maka anda telah berhasil membuat arah timur-barat.&lt;br /&gt;5. Selanjutnya buat garis baru yang tegak lurus garis timur-barat, maka anda telah berhasil membuat garis selatan-utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Metoda Jam Tangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga dapat menggunakan jam tangan analog untuk menentukan arah. Cara ini cukup mudah dan cukup akurat. Metda ini diterapkan secdara berbeda untuk belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Berikut cara menentukan arah untuk belahan bumi selatan:&lt;br /&gt;1. Arahkan angka 12 pada jam tangan anda ke arah matahari.&lt;br /&gt;2. Amati busur terpendek yang dibentuk dari angka dua belas dan jarum pendek, kemudian bagilah busur tersebut menjadi dua bagian yang sama besar. Garis yang membagi busur adalah garis hubung selatan-utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk belahan bumi utara gunakan cara berikut:&lt;br /&gt;1. Arahkan jarum pendek ke arah matahari.&lt;br /&gt;2. Amati busur terpendek yang dibentuk oleh jarum pendek dan angka dua belas, kemudian bagi busur tersebut menjadi dua sama besar. garis yang membagi busur tersebut akan menunjukkan arah selatan-utara.&lt;br /&gt;Sedikit koreksi untuk daerah yang menerapkan Daylight Saving Time, angka satu sebagai pengganti angka dua belas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Metoda Bintang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bintang membentuk pola tertentu yang dapat kita tandai sebagai penunjuk arah. Penduduk belahan utara biasanya menggunakan bintang kutub, yang posisinya hampir berhimpit dengan sumbu utara langit, sebagai penunjuk arah utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah selatan biasanya digunakan rasi Crux sebagai penunjuk arah selatan. Crux sangat mudah dikenali yaitu empat bintang terang yang membentuk konfigurasi salib. Gunakan sumbu terpanjang rasi tersebut kemudian tarik garis lurus ke arah "bawah" salib, bayangkan sebuah titik yang berjarak lima kali sumbu panjang Crux. Selanjutnya dari titik imajiner tersebut tariklah garis yang tegak lurus horizon, maka perpotongan garis tersebut dengan horizon adalah arah selatan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-124441650188733174?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/124441650188733174/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=124441650188733174&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/124441650188733174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/124441650188733174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2007/03/menentukan-arah.html' title='Menentukan Arah'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-2272633497578152635</id><published>2007-03-05T16:24:00.000+07:00</published><updated>2007-03-05T16:33:32.789+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='phenomena'/><title type='text'>Pencatatan Itu Penting</title><content type='html'>Gerhana Bulan Total 4 Maret lalu tidak berhasil saya amati. Subuh ketika gerhana langit tertutup awan. Padahal saya sudah standby semalaman di kontrakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa teleskop dan kamera tidak membuat saya berkecil hati mengamat gerhana. Banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan selama gerhana berlangsung. Di dunia astronomi alat bukanlah hal yang utama, melainkan pencatatan (recording) yang utama. Dengan metoda pencatatan seperti maka kita dapat mempelajari fenomena langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa pencatatan seperti telah dimulai semenjak zaman awal sejarah. Ketika terjadi peristiwa gerhana, kemunculoan bintang baru, okultasi planet oleh bulan, dll., oleh manusia yang hidup masa itu pada masa itu dilakukanlah pencatatan, salah satumedia rekaman adalah lukisan di dinding-dinding gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi pencatatan ini berlanjut ke zaman kejayaan astronomi islam. Pada waktu itu dilakukan beberapa pencatatan fenomena langit, pemetaan dll. Pada saat yang bersamaan astronom Cina mencatat peristiwa supernova 1054 M. Berkat pencatatan inilah kita berhasil melacak keberadaan supernova yang tergolong muda ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki zaman kejayaan Eropa kita mengenal Tycho Brahe yang mencatat kejadian supernova, juga Kepler yang menemukan supernova. Galileo mencatat pergerakan satelit-satelit Jupiter, tonjolan pada planet Saturnus, gerakan bintik matahari, dan banyak fenomena lainnya. Berkat bukti catatan tersebut maka kita dapat mengumpulkan berbagai hipotesa untuk menjelaskan fenomena yang terjadi. Pada zaman itu jam mekanik telah ditemukan sehingga sangat membantu memberi informasi waktu kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum era plat fotografi pencatatan dilakukan dengan menggoreskan sketsa pada kertas. Dengan sketsa yang akurat (skala yang baik, pencatatan waktu) Galileo berani menyimpulkan berbagai hipotesis yang mengguncang khazanah ilmu pengetahuan saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astronomi tidak melulu masalah alat. Melihat ke belakang maka kita dapat menyadari bahwa yang paling penting dalam astronomi adalah pencatatan. Percuma rasanya apabila kita bangun di tengah malam yang dingin kemudian memasang teleskop 30 cm dan kemudian hanya menatapnya. Kita bisa melakukan yang lebih dari itu, pencatatan. Coba sekali-sekali sket permukaan bulan, bintik matahari, satelit Galilean, atau titik-titik cahaya pada wilayah langit tertentu. Siapa tahu anda menemukan sebuah komet baru, asteroid baru, atau UFO :). Dan ketika anda ditanya oleh orang lain anda dapat menyodorkan bukti berupa pencatatan yang akurat. Kemudian catatan ini bisa dibandingkan dengan catatan orang lain yang mengamati peristiwa yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mari lakukan pencatatan, sesederhana apapun itu. Biasakan dalam setiap pengamatan kita memiliki buku log. Selamat mengamat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-2272633497578152635?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/2272633497578152635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=2272633497578152635&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/2272633497578152635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/2272633497578152635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2007/03/pencatatan-itu-penting.html' title='Pencatatan Itu Penting'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-7881982536488224395</id><published>2007-02-16T14:27:00.000+07:00</published><updated>2007-02-16T15:34:07.931+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='astrophysics'/><title type='text'>Gamma Ray Burst</title><content type='html'>Gamma Ray Burst (GRB) adalah ledakan terbesar di alam semesta semenjak Ledakan Besar saat kelahiran alam semesta. GRB akan teramati pada panjang gelombang sinar gamma dan dilanjutkan dengan afterglow pada panjang gelombang yang lebih panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GRB dibagi menjadi dua jenis. Jenis yang pertama adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Short Burst&lt;/span&gt;, berlangsung dalam masa kurang dari dua detik. Jenis ke dua adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Long Burst&lt;/span&gt; yang berlangsung dalam rentang yang bervariasi antara 2 detik hingga ratusan detik, dan segera diikuti dengan peristiwa supernova. GRB merupakan petunjuk mengenai pembentukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;black hole&lt;/span&gt;, objek eksotik yang muncul dari teori fisika yang hingga sekarang masih terus diburu keberadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Short Burst melibatkan peristiwa tabrakan dua bintang neutron. Long Burst merupakan hasil peristiwa keruntuhan pusat bintang masif, collapsar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Swift, satelit pertama yang dikhususkan untuk mendeteksi peristiwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;afterglow&lt;/span&gt; GRB telah melakukan puluhan ribu pengamatan. Satelit ini cukup unik karena memiliki sensor sinar gamma yang dengan sigap menginformasikan peritiwa GRB kepada sistem teleskop sehingga teleskop segera mengarahkan moncongnya ke tempat kejadian perkara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini Swift menemukan GRB 060614 (deretan angka adalah tanggal pendeteksian). GRB ini agak aneh karena merupakan hibrida dari dua jenis GRB yang biasa ditemukan sebelum-sebelumnya. Tipe GRB 060614 adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Long Burst&lt;/span&gt;, namun tidak ditemukan kejadian supernova pada peristiwa ini. Berarti GRB 060614 adalah jenis baru yang kembali membuat astronom mengatur ulang teori GRB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://swift.gsfc.nasa.gov/docs/swift/swiftsc.html"&gt;Swift homepage&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-7881982536488224395?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/7881982536488224395/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=7881982536488224395&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/7881982536488224395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/7881982536488224395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2007/02/gamma-ray-burst.html' title='Gamma Ray Burst'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-730811629388952139</id><published>2007-02-15T12:40:00.000+07:00</published><updated>2007-02-16T22:58:22.761+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='phenomena'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='astrophotography'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='solar system'/><title type='text'>Gerhana Bulan Total, pagi 4 Maret 2007</title><content type='html'>Gerhana Bulan kembali hadir di Indonesia. Kali ini penampakannya lebih baik dibandingkan penampakan gerhana bulan September tahun lalu. Sayangnya momen gerhana total terjadi persis ketika bulan tenggelam di horizon barat. Namun untuk wilayah Indonesia bagian barat masih agak beruntung menyaksikan momen gerhana total, walaupun tidak sampai selesai. Pengamatan gerhana bulan total juga -mungkin, tetapi semoga tidak..- terkendala dengan kondisi cuaca yang agak mendung di beberapa wilayah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat pengamatan terbaik adalah Eropa, Afrika, dan Jazirah Arab. Di Indonesia, wilayah optimal pengamatan adalah Nangro Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Momen ke momen untuk Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penumbra masuk ke piringan bulan pada pukul 03.18 WIB. Pada saat ini kita masih belum melihat ada sesuatu yang signifikan pada cahaya bulan. Wilayah Papua, Maluku, dan sekitarnya sudah tidak bisa mengamat pada pertengahan momen bulan ada di penumbra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sunearth.gsfc.nasa.gov/eclipse/OH/image1/LE2007Mar03-Fig1.GIF"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px;" src="http://sunearth.gsfc.nasa.gov/eclipse/OH/image1/LE2007Mar03-Fig1.GIF" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kontak pertama umbra akan terjadi pada pukul 04.30 WIB. Akan terlihat ada bayangan tipis yang mulai memasuki piringan bulan. Bulan akan semakin terlihat gelap hingga saat total terjadi. Peristiwa ini masih bisa disaksikan di wilayah Sulawesi, Bali, Kalimantan dan Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momen total akan terlihat pukul 05.44 WIB. Daerah yang masih bisa mengamati perstiwa ini adalah wilayah Sumatera bagian tengah (termasuk Bengkulu) hingga Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak gerhana akan terjadi pukul 06.20 WIB. Aceh dan Sumatera Utara masih mungkin untuk mengamati peristiwa total ini, sementara cahaya fajar sudah semakin kentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan akan meninggalkan Umbra pukul 08.11 WIB dan gerhana berakhir pukul 09.23 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara mengamat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara mengamati gerhana bulan? Cara yang paling nyaman memang dengan teleskop. Teleskop berukuran 5 hingga 10 centimeter sudah cukup nyaman. Peralatan lain yang juga sangat membantu adalah binokuler (teropong medan)! Jangan ragu-ragu mengarahkan binokuler anda ke arah bulan, coba perhatikan wilayah umbra yang merangkak pada permukaan bulan. Cara lain adalah dengan mata telanjang, walaupun efek yang terlihat tidak begitu sensasional, tetapi anda dapat membedakan penampakan; sebelum gerhana, ketika bulan masuk penumbra, bulan masuk umbra, dan saat total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memotret gerhana&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.fotografer.net/isi/galeri/foto.php?id=284147&amp;s=1"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://www.fotografer.net/isi/galeri/foto.php?id=284147&amp;s=1" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Karena gerhana kali ini terjadi ketika bulan akan tenggelam, maka alangkah baiknya jika dilakukan pemotretan dengan sudut lebar sambil menangkap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;foreground&lt;/span&gt; yang menarik. Bagi yang memiliki lensa tele dengan fokus sangat panjang, pemotretan sebaiknya dilakukan dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sequences&lt;/span&gt; dengan periode tertentu sehingga hasilnya dapat disusun dalam bentuk mozaik yang baik. Eksposur yang baik untuk memotret gerhana bulan total bervariasi dari 1/100 detik hingga 1/4 detik. Silahkan memvariasikan eksposur dan harga ISO sesuai dengan keinginan. Tentunya kita menginginkan kontras  yang cukup untuk bayangan bumi dan cahaya permukaan bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gerhana bulan di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;September lalu gerhana bulan yang terjadi adalah gerhana bulan umbra sebagian. Ketika itu kita harus menengadah untuk melihat gerhana karena bulan nyaris di dekat zenith ketika umbra mulai menyentuh piringan bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerhana Bulan Total selanjutnya akan menghampiri Indonesia pada 28 Agustus 2007. Saat itu gerhana akan terlihat di horizon timur ketika bulan baru saja terbit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-730811629388952139?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/730811629388952139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=730811629388952139&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/730811629388952139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/730811629388952139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2007/02/gerhana-bulan-total-pagi-4-maret-2007.html' title='Gerhana Bulan Total, pagi 4 Maret 2007'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18127911.post-5318128666910135507</id><published>2007-02-14T10:07:00.000+07:00</published><updated>2007-02-17T22:46:52.553+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='phenomena'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='solar system'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='instruments'/><title type='text'>Pengamatan Hilal Berbasis CCD</title><content type='html'>Pemerintah Indonesia dalam menentukan awal bulan Hijriyah menggunakan metode Rukyatul Hilal. Metode ini menggeser metode Hisab yang digunakan oleh Muhammadiyah. Hisab pada prakteknya digunakan untuk menentukan awal bulan  selain Ramadhan, Syawal dan Zuhijjah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Secara umum memang ada ketidakkonsistenan dalam menerapkan metode. Parahnya pemerintah juga belum serius dalam meningkatkan kemampuan Rukyat dan Hisab.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Hisab contohnya, perhitungan yang lebih teliti sebenarnya sudah bisa dilakukan dengan komputer. Sebagai contoh, sekarang ini telah tersedia peta langit lengkap dengan katalog yang dapat mensimulasi keadaaan langit ketika terjadi konjungsi bulan. Ketelitiannya dapat diacungi jempol, setidaknya rentang kesalahannya masih dapat ditolerir yaitu melenceng maksimal 1 detik busur.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Rukyat, sebagai metode yang digunakan pemerintah, lebih parah lagi. Dengan perkembangan instrumentasi astronomi hingga saat ini, pemerintah masih menggunakan peralatan yang masih sederhana, theodolit contohnya. Pemerintah masih kurang dalam memanfaatkan teleskop. Dari sekian banyak lokasi pengamatan hilal di Indonesia mungkin yang menggunakan teleskop masih dapat dihitung dengan jari tangan. Setelah ditanyakan ke seorang dosen, alasan untuk tidak menggunakan teleskop adalah karena tidak bisa mengarahkan teleskop ke arah hilal.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RdJ8KTOAddI/AAAAAAAAABA/iNxNEBGqz3M/s1600-h/venusmoon_eder_big.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp1.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RdJ8KTOAddI/AAAAAAAAABA/iNxNEBGqz3M/s200/venusmoon_eder_big.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5031220250125825490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span&gt;Bulan dan Venus pada siang hari&lt;/span&gt;&lt;br/&gt;&lt;span&gt;sumber: http://antwrp.gsfc.nasa.gov/apod/ap061030.html&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;Padahal hilal sebagai sabit bulan paling tipis yang daat diamati adalah objek yang cahayanya berkompetisi secara ketat dengan langit sore yang juga tak kalah terangnya. Pengamat yang secara psikologis sangat menantikan hilal tidak jarang yang bersugesti melihat hilal, padahal kenyataannya yang ia lihat adalah lampu nelayan atau planet Venus.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Karena itu saya dan teman-teman bersepakat untuk mengimplementasikan sebuah sistem pengamatan hilal berbasis kamera CCD. Tujuannya adalah mengekstrak penampakan hilal dengan bantuan alat kemudian dengan segera dilakukan &lt;span&gt;Quick Image Processing&lt;/span&gt; dan konfirmasi penampakan hilal yang terrekam baik sebagai gambar sebagai luarannya. data pengamatan ini kemudian segera di&lt;span&gt;upload&lt;/span&gt; ke web sehingga dapat segera diakses oleh publik.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Selain dapat melihat hilal, data CCD dapat kita proses untuk kemudian menambah data pengamatan hilal seluruh dunia. Saat ini jumlah data hilal seluruh dunia memang masih sedikit, khususnya untuk belahan selatan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Implementasi ini akan berupa sebuah riset dengan periode Maret hingga Juni tahun ini. Untuk tempat pengamatan sejauh ini kami sepakat di Observatorium Bosscha dan Pelabuhan Ratu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sebagai akhir tulisan saya ini berikut ada file presentasi yang diberikan oleh teman saya, &lt;a href="http://www.friendster.com/evanastro"&gt;Evan&lt;/a&gt;, yang membahas mengenai kalender hijriyah. bagi yang berminat dipersilahkan oleh Evan untuk men&lt;a href="http://students.itb.ac.id/~anton103/Kalender_Hijriah.ppt"&gt;&lt;span&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;nya, ukuran file ~900kb.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18127911-5318128666910135507?l=antonwilliam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonwilliam.blogspot.com/feeds/5318128666910135507/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18127911&amp;postID=5318128666910135507&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/5318128666910135507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18127911/posts/default/5318128666910135507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonwilliam.blogspot.com/2007/02/pengamatan-hilal-berbasis-ccd.html' title='Pengamatan Hilal Berbasis CCD'/><author><name>Anton William</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12375310296496674160</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00885038522697636355'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_v1KnQ5LvRI0/RdJ8KTOAddI/AAAAAAAAABA/iNxNEBGqz3M/s72-c/venusmoon_eder_big.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>